Menu

Mode Gelap
Pemilu 2029 Jadi Uji Kesaktian Jokowi Pasca Pisah dari PDIP Indonesia Terancam Bubble Surat Utang Pemerintah Belanja Pemerintah Agresif justru Lemahkan Sektor Swasta Mengenang Peringatan Faisal Basri Viral: Krisis Ekonomi dan Politik Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Anomali, tak Sesuai Realitas Masyarakat Kredit UMKM Turun Sejak 2022, Sektor Usaha Indonesia Terganggu

POLITIK

Belanja Pemerintah Agresif justru Lemahkan Sektor Swasta

badge-check


					Foto: dok. BPK Perbesar

Foto: dok. BPK

INAnews.co.id, Jakarta– Agresivitas belanja pemerintah sejak era Jokowi justru melemahkan sektor swasta dan tidak efektif mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“10 tahun terakhir, semakin pemerintah agresif dalam belanja pemerintahnya, sektor swasta semakin melemah. Pembentukan modal tetap bersih dari sektor swasta menurun,” ungkap ekonom Yanuar Rizky dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Kamis (29/1/2025).

Yanuar menjelaskan belanja pemerintah memiliki delay effect sekitar 3 tahun untuk berdampak pada pertumbuhan ekonomi, sementara investasi swasta langsung berdampak tanpa delay.

“Kalau sekarang belanja pemerintah, butuh waktu 3 tahunan untuk dampak ke pertumbuhan ekonomi. Tapi kalau dari investasi swasta, langsung tidak delay,” jelasnya.

Ia menambahkan banyak pengusaha merasa tidak nyaman berbisnis karena berbagai faktor. “Pengusaha atas merasa diadu-adukan dengan narasi serakonis. Pengusaha tengah kesulitan meyakinkan investor karena kebijakan yang berubah-ubah,” katanya.

Yanuar mencontohkan kebijakan SPBU yang diliberalisasi era sebelumnya kini direvisi ke arah monopoli Pertamina. “Dulu ada Shell, ada macam-macam. Sekarang mereka hanya boleh beli minyak ke Pertamina. Kepastian investasinya di mana?” kritiknya.

Menurutnya, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi segera, yang harus didorong adalah sektor swasta, bukan belanja pemerintah. “Ketika kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi yang sifatnya segera, sebetulnya bukan peran belanja pemerintah, tapi peran sektor swasta,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Pemilu 2029 Jadi Uji Kesaktian Jokowi Pasca Pisah dari PDIP

2 Februari 2026 - 17:43 WIB

Mengenang Peringatan Faisal Basri Viral: Krisis Ekonomi dan Politik

2 Februari 2026 - 14:40 WIB

Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen

30 Januari 2026 - 14:12 WIB

Populer NASIONAL