INAnews.co.id, Jakarta- Ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tidak hanya berbasis nilai-nilai Islam, tetapi juga memiliki prinsip keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan yang selaras dengan aspirasi global Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini ditegaskan Prof. Nur Hidayah, Kepala CSED INDEF, Jumat (6/2/2026).
Sebagai lembaga think tank, CSED INDEF berkomitmen terus melakukan kajian dari aspek kebijakan dan mengawal agar kebijakan pemerintah selaras dengan prinsip syariah serta menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, pemberdayaan ekonomi, dan pemihakan kepada kelompok lemah.
“Melalui publikasi, forum diskusi publik, sarasehan, seminar internasional, policy brief, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga, kami memberikan masukan agar kebijakan pemerintah menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Prof. Nur.
Ia menekankan bahwa CSED INDEF sebagai lembaga think tank harus tetap netral dan menjaga independensi sebagai penjaga kebijakan. “Jangan sampai terkooptasi, tapi tetap punya kontribusi dan mengawal kebijakan agar memiliki dimensi keadilan dan berpihak kepada kelompok lemah,” jelasnya.
Strategi yang dilakukan adalah kolaborasi dan sinergi dengan berbagai stakeholder sambil tetap menjaga independensi dan berpegang pada prinsip keadilan sosial.
Prof. Nur optimis bahwa dengan visi dan misi tersebut, ekonomi syariah akan menjadi pilar yang berkontribusi bagi kesejahteraan bangsa dan peradaban kemanusiaan, serta mendukung target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.






