Menu

Mode Gelap
Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos Tragedi Berdarah Agustus: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca-Reformasi 125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama Prabowo di Washington: RI Tak Pernah Sekali Pun Gagal Bayar Utang

PENDIDIKAN

125 Sejarawan Dilibatkan dalam Penulisan Ulang Sejarah

badge-check


					Foto: Fadli Zon/tangkapan layar Perbesar

Foto: Fadli Zon/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Kementerian Kebudayaan di bawah Fadli Zon tengah menjalankan proyek penulisan sejarah nasional Indonesia secara komprehensif, melibatkan 125 sejarawan dari 34 perguruan tinggi. Namun proyek ini menuai pertanyaan serius karena sang menteri mengakui adanya arahan agar narasi yang dibangun bernada positif.

“Saya memperlihatkan bahwa ya perlu ada satu tone yang positiflah gitu ya,” kata Fadli dalam wawancara yang ditayangkan Rabu (18/2/2026).

Penulisan sejarah dalam 11 jilid ini mencakup periode dari 1,8 juta tahun lalu hingga pelantikan Presiden Prabowo. Fadli menyebut Indonesia selama ini belum memiliki satu buku sejarah yang runut dan komprehensif sejak buku Sejarah Nasional Indonesia karya Sartono Kartodirdjo diterbitkan puluhan tahun lalu.

Meski menyatakan tidak mengintervensi substansi tulisan para sejarawan, Fadli mengakui bahwa hal-hal yang bersifat negatif atau kekurangan para pemimpin cukup diserahkan kepada penelitian individual di luar proyek resmi ini. Kritikus menilai arahan “tone positif” dari pejabat pemerintah berpotensi menghasilkan sejarah yang tidak objektif dan berpihak pada kepentingan kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

DPR Bungkam soal Kekacauan MBG, Malah Sibuk Jual Dukungan untuk Pilpres 2029

18 Februari 2026 - 23:56 WIB

Pejabat dan Keluarga Kuasai Dapur MBG, Abraham Samad: Konflik Kepentingan Terang-Terangan

18 Februari 2026 - 19:52 WIB

Soal Reshuffle Kabinet: Prabowo Tidak Mau Ditebak

18 Februari 2026 - 18:50 WIB

Populer POLITIK