Menu

Mode Gelap
Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol Proposal Trump untuk Gaza Dinilai Jebakan Manis BPJPH: Standar Halal Indonesia dan Amerika Sama-Sama Standar Internasional Kiriman Pasukan ke Gaza Bisa Jadi Alat Israel Lucuti Hamas BPJPH Tegaskan Produk Amerika Wajib Berlabel Halal, Isu tanpa Sertifikasi Hoaks Rekonstruksi Gaza ala Trump Skenario Pengusiran Terselubung Rakyat Palestina

GLOBAL

Proposal Trump untuk Gaza Dinilai Jebakan Manis

badge-check


					Foto: dok. CNBC Perbesar

Foto: dok. CNBC

INAnews.co.id, Jakarta– Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana menilai proposal perdamaian Gaza versi Donald Trump ibarat jebakan yang tampak manis di permukaan namun menyimpan agenda yang merugikan rakyat Palestina secara fundamental.

“Ini jebakan yang kelihatannya manis, tapi ujungnya rakyat Palestina tidak akan mendapatkan negaranya,” ujarnya dalam wawancara di Forum Keadilan TV, Ahad (22/2/2026).

Hikmahanto menegaskan bahwa perdamaian tanpa two-state solution hanya akan menghasilkan situasi di mana tidak ada perang, tetapi penindasan tetap berlangsung. Ia menggambarkan kemungkinan warga Palestina yang tersisa hanya bisa menjadi buruh di kawasan industri yang dibangun dan dikuasai Israel dan Amerika Serikat di atas tanah Gaza.

Ia juga menyoroti bahwa Piagam BOP tidak menyebut Gaza satu pun dalam pasal-pasalnya, meskipun resolusi PBB Nomor 2803 yang menjadi dasar pembentukannya hanya merujuk pada Gaza. Ini berarti BOP berpotensi digunakan di wilayah konflik mana pun di dunia, jauh melampaui konteks Gaza.

“Ketika Presiden menandatangani, mungkin staf-staf Kemlu masih berpikir dalam konteks resolusi 2803 yang cuma soal Gaza. Tapi ternyata piagamnya bicara jauh lebih luas dari itu,” katanya.

Hikmahanto mengakhiri pernyataannya dengan seruan kepada para pembantu presiden agar menyampaikan analisis mendalam ini kepada Presiden Prabowo Subianto, agar Indonesia tidak dipandang oleh dunia—khususnya Israel—sebagai bangsa yang mudah dimanipulasi.

“Jangan sampai di mata Israel, 280 juta orang Indonesia dianggap bodoh semua. Kalau tidak bodoh, ya naif. Saya tidak mau itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

BPJPH: Standar Halal Indonesia dan Amerika Sama-Sama Standar Internasional

23 Februari 2026 - 14:43 WIB

Rekonstruksi Gaza ala Trump Skenario Pengusiran Terselubung Rakyat Palestina

23 Februari 2026 - 12:22 WIB

Prabowo di US-Indonesia Business Roundtable Summit: Indonesia Bukan Pasar Biasa

20 Februari 2026 - 20:55 WIB

Populer GLOBAL