Menu

Mode Gelap
Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi MBG Mulia tapi Rawan Bocor, Budayawan Minta Audit Terbuka Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat Presiden Prabowo Saksikan Kemitraan Danantara–Arm, Indonesia Percepat Lompatan Industri Semikonduktor

HUKUM

Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Budayawan Eros Djarot menyatakan secara tegas bahwa penegakan hukum di Indonesia hanya bersifat seremonial. Substansinya, menurut Eros, sudah lama dikuasai kepentingan kekuasaan dan uang.

“Penegakan hukum itu performanya ada, tapi substansinya tidak ada. Yang ditegakkan bukan hukum, melainkan kepentingan mereka yang dekat dengan kekuasaan,” kata Eros dalam wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Ahad (22/2/2026).

Eros menyinggung kasus makelar kasus yang menyimpan uang triliunan rupiah di rumahnya, namun pihak-pihak yang memberi dan menerima suap tak pernah tersentuh secara tuntas. Ia juga mempertanyakan peran Komisi Yudisial yang dinilainya tidak efektif bekerja.

“Siapapun yang dekat dengan kekuasaan tidak ada masalah, malah bisa jadi menteri,” sindir Eros. Ia menyebut kondisi ini sebagai intellectual corruption yang menjangkiti tidak hanya para koruptor, tetapi juga para penegak dan pemikir hukum itu sendiri.

Eros mendesak agar istilah yang digunakan pun diubah: bukan lagi “penegakan hukum”, melainkan “pemberantasan mafia hukum”—karena menurutnya itulah yang lebih mencerminkan kenyataan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

KUHP dan KUHAP Baru Dinilai Berpotensi Perluas Kriminalisasi Dunia Usaha

23 Februari 2026 - 04:13 WIB

Sandri Dukung  Penghargaan Bintang Mahaputera Untuk Kapolri

13 Februari 2026 - 17:14 WIB

Negara tak Akan Selamat Jika Hukum Dimainkan

12 Februari 2026 - 09:12 WIB

Populer HUKUM