INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa pengurangan anggaran sedikit pun, bahkan di tengah kebijakan efisiensi yang melanda hampir seluruh sektor pemerintahan. Ia disebut siap mempertaruhkan kepemimpinannya pada Pemilu 2029 atas keberhasilan program tersebut.
Penegasan itu disampaikan Prabowo usai berdialog dengan sejumlah jurnalis dan pengamat politik. Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan itu sebagai tantangan terbuka kepada para pengkritik MBG, sekaligus sinyal kuat bahwa program senilai sekitar Rp335 triliun pada 2026 itu akan menjadi poros utama strategi politik Prabowo menjelang pemilihan presiden berikutnya.
“Ini adalah pertaruhan hidup mati secara politik bagi Prabowo di 2029,” ujar Adi dalam kanal YouTube-nya, Senin (23/3/2026).
Adi membaca pernyataan Prabowo melalui kacamata teori rational choice atau pemilih rasional yang digagas Anthony Downs. Menurutnya, penilaian publik terhadap dampak ekonomi MBG, mulai dari penyerapan tenaga kerja di dapur-dapur MBG, pemberdayaan pasar tradisional, hingga penurunan angka stunting, akan menjadi penentu arah suara pada 2029.
Di sisi lain, kritik terhadap MBG tak kunjung surut. Sejumlah pihak menyoroti dugaan penyelewengan bahan baku, menu yang tidak sesuai petunjuk teknis, hingga potensi keracunan pada siswa penerima manfaat. Program ini juga dikritik karena dianggap menyedot anggaran sektor lain, termasuk pendidikan.
Namun Prabowo bergeming. Ia menilai MBG telah berada di jalur yang benar dan mendapat pengakuan dari berbagai kalangan, termasuk dunia internasional.
Adi menyebut Pemilu 2029 pada akhirnya akan menjadi ajang pembuktian: apakah pendukung MBG lebih besar dari kelompok yang kecewa, atau sebaliknya. “Hanya waktu yang akan membuktikannya,” kata Adi.






