INAnews.co.id, Jakarta– Ubedilah Badrun memperingatkan potensi ledakan gerakan perlawanan dari Generasi Z apabila kondisi ekonomi dan politik Indonesia tidak segera membaik, dengan merujuk pada pengalaman Bangladesh dan Nepal sebagai cermin.
“Kalau Generasi Z yang bergerak, cenderung lebih liar, berdarah, dan berapi,” ujar Ubedilah dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (6/4/2026).
Ia mengutip data puluhan juta anak muda yang mengalami gangguan jiwa akibat kecemasan tentang masa depan, tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana, hingga minimnya kepastian hidup bagi 27 persen populasi Indonesia yang masuk kategori Gen Z.
Peristiwa demonstrasi besar Agustus 2025, menurutnya, adalah peringatan nyata. “Ketika Gen Z sudah marah, tidak ada yang bisa menghadang,” katanya. Ubedilah mendorong agar perubahan dipandu oleh kalangan intelektual dan cendekiawan sebelum situasi berkembang di luar kendali.






