INAnews.co.id, Bogor– Polri mencatat capaian panen raya jagung sebesar 5,7 juta ton sejak 2025 hingga kuartal II 2026, sebagai bagian dari dukungan institusi terhadap program swasembada pangan pemerintah. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian tersebut dalam sambutan syukuran Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).
Listyo menjelaskan, penanaman jagung dilakukan berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektare, hasil kerja sama Polri dengan Kementerian Pertanian dan 30.548 kelompok tani binaan. Ia menyebut pencapaian ini merupakan bagian dari respons Polri atas instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi swasembada pangan dan energi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain jagung, Polri juga memfasilitasi petani di Sembalun, Lombok Timur, mengembangkan bawang putih pada lahan 948 hektare dengan hasil 18.960 ton, serta memperluas area tanam di Karanganyar, Temanggung, dan Lampung Barat seluas 127,5 hektare.
Sejumlah inovasi turut diterapkan, di antaranya pupuk organik presisi berbahan enceng gondok, mesin pengering gabah keliling (mobile rotary dryer), briket arang dari limbah tongkol jagung, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri. Melalui Satgas Pangan, Polri juga mengungkap indikasi praktik harga tidak wajar oleh 173 perusahaan kelapa sawit yang merugikan petani.






