Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

INANEWS TV

KPADK duga ada indikasi korupsi di Proyek Air Bersih Tabalar Ulu yang ditelentarkan

badge-check

INAnews.co.id, Berau – Proyek sarana air bersih di Kabupaten Berau , Kalimantan Timur ternyata ditemukan banyak permasalahan. Proyek yang menggelontorkan uang anggaran Negara hampir ratusan milyar tersebut ternyata tidak bisa difungsikan dan tidak bermanfaat bagi warga Berau.

Proyek yang di mulai sejak 25 Juni 2018 dan baru akan rampung pada 21 Desember 2018 serta menelan anggaran senilai Rp.16.625 milyar dari APBD Kabupaten Berau tahun 2018 itu sudah mengalami kerusakan.

Hasil temuan Komando Pertahanan Adat Dayak (KPADK) Kalimantan Timur di lapangan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Mitra Sarana Mulia Technology ini ternyata ada dugaan tidak sesuai spesifikasi pekerjaan dan Rencana Anggaran Belanja yang sudah ditentukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen pada saat lelang proyek.

Dari temuan KPADK beberapa bangunan penampungan air bersih di bangunan bendungan tidak menggunakan tiang pancang yang sesuai standart pengerjaan proyek sehingga roboh. Akibat nya saat beban air yang tertampung banyak dan mengikis setiap sisi bangunan, yang membuatnya roboh.

“Ironisnya saat kami temui Kepala Desa Tabalar Ulu, Sukarsono menyatakan jika pihak kontraktor meninggalkan pekerjaan begitu saat bangunan proyek roboh, dan pihak terkait dari Kejaksaan Negeri selaku pengawas proyek sepertinya ikut tutup mata,” jelas Siswansyah Panglima KPADK Kaltim saat dihubungi Redaksi 25 september 2019.

Panglima KPADK juga melihat masyarakat sekitar proyek air bersih di Desa Tabalar Ulu sangat kecewa, pasalnya proyek yang dijanjikan Pemkab Berau dan dianggarkan melalui anggaran Negara tidak bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Saya mencium indikasi korupsi di proyek ini, terkait dugaan korupsinya KPADK akan terus mengumpulkan bukti kuat, tapi dari hasil temuan kami dilapangan dan pengakuan warga setempat saja sudah membuktikan jika proyek ini jelas ada dugaan indikasi korupsi,” tambah Siswansyah.

Dengan masa kerja pelaksanaan proyek selama 6 bulan ternyata hanya mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan khususnya masyarakat kampung Tabalar Ulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Cara Mengembalikan Tren Buruk IPK: Kembalikan KPK ke UU Lama

19 Februari 2026 - 23:59 WIB

Mahfud Soroti Kasus Nadiem dan Pertamina: Dakwaan Berubah, Minim Bukti

12 Februari 2026 - 10:13 WIB

Korupsi Bea Cukai Bukan Puncak Gunung Es

10 Februari 2026 - 22:52 WIB

Populer KORUPSI