Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

SOSDIKBUD

Palapa Ring , Nawacita Presiden Jokowi Dalam Perbaiki Ketimpangan Digital

badge-check


					Palapa Ring , Nawacita Presiden Jokowi Dalam Perbaiki Ketimpangan Digital Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Terkait Palapa Ring, pada tahun 2020 akan diselesaikan pembangunan 4. 000 BTS. Dan di sisa tiga bulan terkahir ini akan diselesaikan pembangunan BTS yang belum selesai.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Anang Achmad Latif saat menjadi narasumber di acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB’9) dengan tema “Menghitung Dampak Palapa Ring” di Ruang Serba Guna Kemkominfo, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

“Dengan hadirnya Palapa Ring masyarakat diharapkan bisa menggunakannya untuk mengakses informasi yang dibutuhkan. Sehingga, yang memiliki kekuatan digital ekonomi bukan hanya di Jakarta, juga dirasakan di seluruh daerah, seperti daerah pelosok dan 3T,” jelas Anang.

Menurut Dirut Bakti, manfaat yang dirasakan setidaknya dalam lima tahun terakhir, kita baru merasakan smart digital, dan lahirnya start up bisa mengubah gaya hidup. Pemerintahan pun tidak mau ketinggalan, saat ini hampir semua kementerian memiliki pelayanan berbasis digital.

“Walaupun belum terintegrasi semuanya, karena terpicu dengan startup yang banyak menyentuh langsung kehidupan kita. Salah satunya di saat macet, kita bisa menggunakan gojek.Gaya hidup ini yang kedepan akan mengubah gaya hidup kita dalam kehidupan sehari-hari,” ulas Anang.

Sementara terkait pemerataan, Dirut Bakti menjelaskan bahwa hal itu menjadi tugas Bakti. Pada akhir tahun 2015 mendapat potret dari Kemkominfo yang melakukan pengukuran. Dulu saat UU komunikasi dibuat, ini merupakan tugas operator.

“Tapi ketika Telkom diprivat menjadi perusahaan publik, mau tidak mau pemerintah membenahi semua PR melalui Bakti. Harapannya, dengan Palapa Ring ini, fokus pada di timur, ada juga di barat, dan tengah,” ujar Anang.

Apalagi, menurut Dirut Bakti nawacita ketiga Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah membangun dari pinggiran. Tugas pemerintah adalah memperbaiki ketimpangan terutama ketimpangan digital telekomunikasi.

“Kami berdiskusi dengan operator, mengapa daerah timur ini sedikit. Ternyata ada satu hal, yaitu biaya yang luar biasa. Pemerintah membuat proyek Palapa Ring, ini belum tuntas sampai pada masyarakat, ini bisa sampai pada BTS. Konsep dalam telekominikasi ini, akhirnya pemerintah membangun Palapa Ring,” ungkap Anang.

Selain Dirut Bakti, hadir sebagai narasumber dalam Dismed FMB’9 kali ini Asdep Telematika Utilitas Kemenko Perekonomian Eddy Satriya, Kadis Kominfo Jayawijaya Isak SF Sawaki, Vice President Regulatory Management Telkomsel Andi Agus Akbar dan praktisi start-up asal Papua Billy Mambrasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Populer PENDIDIKAN