INAnews.co.id – Harga Bitcoin (BTCUSD) mulai menunjukkan stabilitas, setelah satu hari sebelumnya mengalami penurunan tajam. Longsor ke posisi terendah dalam masa hampir tiga minggu.
Pada perdagangan hari Selasa (30/10), BTCUSD berpindah tangan pada $ 6,275.37, naik 0,2%. Sehari sebelumnya, turun lebih dari 2% menyeret nilai total semua mata uang kripto kembali ke $ 200 miliar.
Musabab longsornya mata uang kripto ini adalah pernyataan Janet Yellen. Berbicara di Forum FinTech Kanada di Montreal pada hari Senin (29/10), Janet Yellen, mantan Gubernur Bank Sentral AS, mengatakan Bitcoin tidak memiliki beberapa komponen kunci untuk menjadikannya sebagai alat pembayaran yang berkelanjutan.
“Telah lama dipikirkan bahwa (agar) sesuatu bisa menjadi mata uang yang berguna, perlu menjadi sumber nilai yang stabil, sayangnya bitcoin tidak demikian”, demikian menurut kata Yellen, sebagaimana dikutip oleh Kitco.com. Lebih jauh dikatakan olehnya bahwa (Bitcoin) tidak digunakan untuk banyak transaksi, itu bukan sumber nilai yang stabil dan itu bukan cara yang efisien untuk memproses pembayaran,” katanya.
Saat menjadi Gubernur Bank Sentral, Janet Yellen termasuk orang yang tidak banyak berkomentar soal mata uang digital ini. Pernyataan terakhir tentang mata uang kripto ini disampaikan olehnya pada Desember 2017. Dikatakan saat itu bahwa Bitcoin adalah aset yang sangat spekulatif.
Altcoin bergerak naik, dimana Ether diperdagangkan naik 0,3% pada $ 193,74, BitcoinCash lebih tinggi sebesar 0,5% pada $ 413,10, Litecoin, naik 0,1% ke $ 48,62 dan Ripple naik 0,6% ke 44 sen. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka, kontrak Bitcoin di Cboe Global Markets untuk pengiriman bulan November berakhir tidak berubah pada $ 6,245, sedangkan kontrak November di CME Group ditutup naik 0,1% pada $ 6,245.(Al Sattar)






