INAnews.co.id – Bitcoin diperdagangkan lebih rendah pada Selasa (23/10) dengan volume perdagangan yang ringan. Sejumlah pengamat pasar terus mengawasi aksi jual yang terjadi di pasar saham global. BTCUSD berpindah tangan pada $ 6.415,43, turun 0,6%.
Secara lebih luas, jatuhnya bursa saham global memberikan peluang bagi masuknya sejumlah aliran modal ke bursa mata uang digital. Kekhawatiran yang tinggi akan dampak berantai dari krisis anggaran di Italia dan masa depan perekonomian global menjadi latar belakang penurunan ini. Bahkan Indek Dow Jones harus jatuh lebih dari 400 poin sebelum menggeliat untuk memangkas penurunannya.
Bitcoin masih tertahan dibawah harga rata-rata dalam 200 hari perdagangan. Ini merupakan level krusial sebelum Bitcoin bisa bangkit kembali diperdagangkan diatas level $ 8.000. Rata-rata pergerakan 200 hari untuk bitcoin saat ini mencapai $ 7.200.
Dalam sejarahnya, pergerakan harga di atas level rata-rata ini akan memberikan sinyal positif tren dalam masa enam bulan ke depan atau setidaknya dalam 80% dari waktu, dibandingkan dengan 50% ketika perdagangan di bawah tingkat yang diawasi ketat tersebut. Pergerakan rata-rata menjadi indikator yang diamati dengan sangat cermat.
Sementara dalam perdagangan Altcoin, masih bergerak bolak-balik saja. Eter diperdagangkan di bawah $ 200 pada $ 198,59, turun 1,5% pada hari itu, Bitcoin Cash turun 2,1% ke $ 435,10, Litecoin, turun 0,6% ke $ 51,65 dan Ripple turun 3% ke 44 sen.
Pada perdagangan berjangka, Bitcoin futures mengikuti perdagangan di pasar spot dengan ikut turun lebih rendah. Dibursa Cboe Global Markets untuk kontrak bulan November diperdagangkan turun 0,6% ke $ 6,360, sedangkan di CME Group untuk kontrak Oktober harganya turun 0,4% ke $ 6,370. (Al Sattar)






