INAnews.co.id – Bitcoin naik tajam pada hari Senin (15/10) setelah ketakutan melanda perdagangan mata uang kripto hingga menciptakan dorongan yang menyeret mata uang digital No. 1 tersebut.
Mengawali perdagangan di kisaran $ 6.200, bitcoin BTCUSD, diperdagangkan posisi tertinggi pada $ 6,960.68 di bursa Kraken. Namun, pada bursa Bitfinex, harga bitcoin bahkan telah mencapai $ 7.788. Kenaikan Bitcoin dengan mengorbankan Tether (USDT), koin yang stabil di bursa Bitfinex, dimana hanya diperdagangkan sebesar 88 sen. Stablecoin secara tradisional diperdagangkan sangat dekat atau setara dengan $ 1 karena itu adalah koin yang didukung dolar AS yang digunakan investor untuk berdagang di antara berbagai mata uang kripto yang berlawanan.
Dengan kata lain, banyak orang bersedia membayar lebih mahal untuk mendapatkan bitcoin agar bisa keluar dari USDT. Pada perdagangan altcoin, lonjakan bitcoin mampu mengangkat koin lain yang lebih kecil. Ethernaik 3,1% ke $ 201,05, Bitcoin Cash naik 1% menjadi $ 442.60, Litecoin naik 2,2% pada $ 53,07 dan XRP XRPUSD, + 2,03% diperdagangkan pada 44 sen, naik 6,4%. Sementar adalam perdagangan di bursa berjangka, bitcoin untuk kontrak Cboe Global Markets bulan Oktober naik 0,5% menjadi $ 6,390, sedangkan CME Group untuk kontrak Oktober turun 0,1% menjadi $ 6,385.
Sementara Investasi Fidelity Investment mengatakan pada hari Senin (15/10) bahwa mereka telah meluncurkan perusahaan baru yang akan menawarkan perdagangan Kripto dengan penawaran keamanan kepada para klien. Perusahaan, Fidelity Digital Asset Services LLC, akan menawarkan layanan untuk hedge fund, individu dan pelaku pasar lainnya. “Tujuan kami adalah untuk membuat aset digital-pribumi, seperti bitcoin, lebih mudah diakses oleh investor,” kata Abigail P. Johnson, CEO Fidelity Investment. (Al Sattar)






