Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Mengeluh ada Mafia, ratusan para Pedagang Pasar Senen demo di Balaikota

badge-check


					Mengeluh ada Mafia, ratusan para Pedagang Pasar Senen demo di Balaikota Perbesar

INAnews.co.id – Sekitar Seratus pedagang pasar Senen berdemo di depan Balaikota. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyelesaikan permasalahan mafia yang berlarut-larut di Pasar Senen. (4/10/18).Aksi massa yang tergabung di dalam serikat pedagang pasar Senen ini  terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mulai berkumpul di depan Balaikota untuk menyuarakan keluh kesah mereka akan tindakan semena-mena yang terjadi di pasar Senen oleh para mafia pasar yang sangat merugikan mereka semua.

Hal ini diungkapkan oleh Sekjen Serikat Pedagang Pasar Senen Nedi Setiadi. Menurutnya, ada Beberapa permasalahan yang di tuntut oleh para pedagang.

Pertama pedagang tidak diajak untuk dalam negosiasi antara PD pasar Jaya selaku pengelola dengan para pedagang yang menempati kios-kios di dalam Pasar Senen, padahal untuk pembayaran sudah dibayar lunas.

“Negosiasi antara pedagang dengan PD Pasar Jaya, kita tidak diajak negosiasi, padahal pembayaran itu sudah kita bayar lunas, ” ujar Nedi.

Pedagang juga mengeluhkan karena akses pintu masuk yang hanya ada satu, sehingga membuat pedagang sangat dirugikan, apalagi pedagang yang menempati kios di bagian belakang pasar, di ibaratkan pedagang seperti terkurung dalam suatu kotak.

“Pasar yang kita tempati mulai  Februari sampe hari ini akses masuk cuma satu pintu. Mobil, motor, manusia masuk lewat situ. Ditambah ada rencana pembangunan hotel, jembatan penyeberangan tidak ada . Jadi kita di kurung dalam satu kotak, kemudian kita suruh berdagang di kotak itu, sementara pembeli tidak ada yang datang,” keluhnya.

Kondisi ini juga diperparah dengan adanya berbagai iuran bulanan yang dianggap tidak wajar. “Dan ini merupakan masalah paling sakit yang dirasakan oleh para pedagang di pasar senen, parah memang mafia pasar ini. Kita ditagih biaya service, padahal waktu peresmian pasar di bulan Desember 2017, Gubernur Anis pernah berjanji 3 bulan gratis,” tambahnya.

Karena tidak pernah ditanggapi dengan serius persoalan ini, para pedagang pun akhirnya berdemo. “Saya sudah bersurat dengan direktur Utama, dengan Anis, DPRD, Komisi B, cuman tidak pernah dianggapi”  ungkap Nedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Paradoks Industri Nasional: Tumbuh tapi Tidak Serap Tenaga Kerja

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

Cukai Rp20.000 Per Liter Hambat Daya Saing Bioetanol Indonesia

29 Desember 2025 - 20:58 WIB

Populer ENERGI