Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

PENDIDIKAN

Peringati hari guru sedunia, Medikbud dan UNESCO buat lokakarya

badge-check

INAnews.co.id – Dalam rangka Peringatan Hari Guru se-Dunia (World Teacher’s Day 2018) yang diperingati pada tanggal 5 Oktober setiap tahunnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dan Kantor Perwakilan UNESCO Jakarta menyelenggarakan Lokakarya Nasional.

Tema dari lokakarya yang berjudul “Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas”, dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Muhadjir Effendy, pada hari Selasa (02/10/2018), di kantor Kemendikbud, Jakarta.

“Hari Guru se-Dunia dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 5 Oktober, tahun ini merupakan tahun pertama Indonesia turut merayakan Hari Guru se-Dunia, dan bertepatan juga dengan dikukuhkannya batik sebagai Warisan Tak Benda oleh UNESCO,” jelas Mendikbud Muhadjir.

Hari Guru se-Dunia yang akan diselenggarakan bersama di Paris, Perancis dalam kemitraan dengan UNICEF, UNDP, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), dan institusi pendidikan internasional.

Dari peringatan Hari Guru se-Dunia tahun ini Kemendikbud menerima anugerah edisi ke-5 Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru.

Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum akan diserahkan oleh Direktur Jenderal UNESCO kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2018, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis.

“Ini menjadi prestasi yang membanggakan, Indonesia berhasil meraih Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum. Ini menjadi motivasi kita dalam meningkatkan kualitas guru lebih baik lagi,” tutur Mendikbud.

Lokakarya ini dihadiri lebih 350 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas guru dan tenaga kependidikan, kementerian dan lembaga, UN agencies, universitas, masyarakat sipil dan sekolah, serta lembaga Internasional. Acara akan diisi dengan panel presentasi oleh para pakar di bidang pendidikan dan pemerintahan.

Selain itu, juga ada gelar wicara yang menampilkan guru dan tenaga kependidikan berprestasi, yang akan berbagi tentang inovasi dan kreatifitas mereka dalam melaksanakan proses belajar mengajar serta kemampuan mereka untuk terjun di kancah internasional.

Peringatan Hari Guru Sedunia diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati ulang tahun penandatanganan Rekomendasi ILO/UNESCO 1966 tentang Status Guru. Rekomendasi ini menetapkan hak dan tanggung jawab guru dan hal terkait lainnya termasuk kesempatan belajar lebih tinggi bagi guru, rekrutmen guru, penempatan kerja guru, serta lingkungan belajar mengajar yang kondusif bagi guru.

Untuk melengkapi Rekomendasi 1966, pada tahun 1997 UNESCO mengeluarkan rekomendasi terkait status pengajar pendidikan tinggi yang mencakup tenaga pengajar dan tenaga peneliti pada pendidikan tinggi. (Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

7 Januari 2026 - 08:16 WIB

RPL Talk: Pengalaman Industri Hospitality & Pariwisata Jadi “Golden Ticket” Kuliah Lagi di Institut STIAMI

NU tak Bisa Dikooptasi: Kepala Dipegang, Ekor Belum Tentu Ikut

5 Januari 2026 - 21:32 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia

5 Januari 2026 - 08:31 WIB

Dari Gereja Sentani, Zita Anjani Sampaikan Pesan Kasih untuk Indonesia
Populer SOSDIKBUD