Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

Uncategorized

SDM mendorong Industri Indonesia berdaya saing dunia

badge-check


					SDM mendorong Industri Indonesia berdaya saing dunia Perbesar

INAnews.co.id – Implementasi dan akselerasi Industri 4.0 menempatkan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur digital sebagai kunci peningkatan produktivitas yang berdaya saing dunia.

Seperti dikatakan Ketua Umum Badan Kejuruan Teknik Industri Persatuan Insinyur Indonesia (BK TI-PII) I Made Dana Tangkas. “Untuk menjadikan Industri 4.0 sebagai agenda nasional, tentu yang harus disiapkan adalah kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur digital. Sementara teknologi diperlukan guna membangun konektivitas yang terintegrasi,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (17/10) sore.

Usai Konvensi Nasional Teknik Industri III-2018 bertajuk Kolaborasi dan Akselerasi Ekosistem Inovasi Industri & Profesi Menuju Making Indonesia 4.0 serta pelantikan pengurus BK TI-PII periode 2018-2021.

Dana sapaan akrabnya, mengatakan, pada konvensi tersebut lahir kesepakatan dan komitmen bagaimana membangun industri nasional, bagaimana industri itu digerakkan dari industri konvensional menuju industri 4.0.

“Revolusi Industri 4.0 merupakan lompatan besar di sektor manufaktur yang berbasis internet, dan Indonesia diyakini mampu membangun industri nasional yang berbasis teknologi ini,” katanya.

Guna menempatkan industri Indonesia berdaya saing kelas dunia, menurut Dana, semua pihak harus menempatkan industri sebagai industri yang efisien, efektif, dan produktivitas tinggi, sehingga dari aspek kualitatif, produk, harga, delivery, sefety, dan envoirmentnya secara produk dan proses siap menghadapi persaingan dengan industri di negara-negara lain.

Dana mencontohkan, saat ini ada lima driver industri yang menjadi bagian dari program pemerintah. Kelima industri itu adalah di bidang agro dan pangan serta turunannya, kedua industri tekstil atau wearing, industri kimia dan farmasi serta turunannya seperti obat-obatan, industri bidang transportasi dan turunannya, serta industri digital ekonomi.

“Lima industri ini harus kita dorong, kita jabarkan secara detail meski sebenarnya sudah dilakukan Kemenperin,” katanya

BK TI-PII sendiri, kata Dana, terus mendorong supaya industri yang menjadi fokus pemerintah itu menempatkan unsur tingkat kandungan dalam negeri lebih besar.

“Ini harus didorong, sehingga PII dan BK TI berperan lebih besar dalam pembangunan industri nasional,” paparnya.

Bukan hanya mendorong lima industri untuk disiapkan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, Making Indonesia 4.0 ini juga membuat 10 inisiatif nasional menghadapi revolusi industri 4.0.

Kesepuluh terobosan nasional itu mencakup perbaikan alur aliran barang baku, desain ulang zona industri, mengakomodir standar keberlanjutan, pemberdayaan UMKM, pembangunan infrstruktur digital nasional, menarik minat investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembangungan ekosistem inovasi, pemberian insentif teknologi, serta terakhir adalah harmonisasi aturan dan kebijakan.

Sebelumnya, Sekjen Kemenperin Haris Munandar saat membuka acara mengatakan, konvensi ini merupakan momentum yang tepat dalam mengimplementasikan Making Indonesia 4.0. Ia optimis, dengan komitmen yang sama membangun industri diharapkan Indonesian menjadi negera 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 mendatang.

Implementasi Making 4.0, kata dia, tentu sangat mampu menciptakan lebih bayak lapangan pekerjaan, mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) riil antara 1 sampai 2 persen pertahun dari kondisi saat ini, sehingga nantinya pertumbuhan PDB menjadi 5 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketua Pusaka NTB Tegaskan Isu BTT Pemprov NTB Bersifat Konstruktif Demi Kondusivitas Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

22 Desember 2025 - 20:29 WIB

Setelah Ramai Diberitakan, EO HUT Kota Baubau Akhirnya Lunasi Honor Penampil Lokal

1 November 2025 - 15:40 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI

29 September 2025 - 16:09 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI
Populer Uncategorized