Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

Uncategorized

Swiss Danai Pembangunan Pariwisata Lombok

badge-check

INAnews.co.id  – Kedutaan Besar Swiss di Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, mengesahkan Proyek Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan (STED) di Praya, Lombok, pada Selasa (16/10).

Pariwisata merupakan sektor penting perekonomian Indonesia dan sumber utama penciptaan  lapangan  pekerjaan.  Pada tahun   2016, pemerintah Indonesia mencanangkan rencana  percepatan  pengembangan  sepuluh  destinasi  pariwisata prioritas secara berkelanjutan. Tekad  ini memerlukan investasi sumber daya  manusia yang  memadai. Saat ini, kesenjangan keterampilan merupakan masalah utama di banyak industri di Indonesia, terlebih di industri padat karya  seperti pariwisata.

Indonesia merupakan negara prioritas kerja sama Swiss. Program kerja sama ini mendukung pembangunan  ekonomi  yang   inklusif  dan  berkelanjutan,  dengan dua tujuan   strategis,   meningkatkan   penyediaan   layanan   publik   serta  berkontribusi terhadap sektor swasta yang  lebih kompetitif dan menciptakan perkerjaan.

Proyek  pengembangan dan pendidikan pariwisata ini merupakan proyek  bantuan teknis  bernilai  CHF  3.9  juta yang didanai oleh Pemerintah Swiss. Bantuan yang  disalurkan melalui Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi Pemerintah Swiss (SECO)   ini  akan   mendukung  Politeknik  Pariwisata  Lombok   dalam  membangun sumber daya  manusia dengan keahlian yang  dibutuhkan sektor pariwisata.

Kepala  Kerja  Sama Ekonomi  dan  Pembangunan dari Kantor Pusat SECO  di Swiss, Duta Besar Raymund Furrer, dan Deputi Menteri bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Ibu Rizki Handayani, meresmikan kerjasama ini. Peresmian ini disaksikan oleh Calon Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Bapak Kurt Kunz.

STED  merupakan jawaban atas ajakan pemerintah Indonesia untuk  menata pendidikan vokasi atau  kejuruan di bidang pariwisata. Proyek ini bertujuan membantu Politeknik Pariwisata Lombok dalam mengembangkan lulusan yang  lebih berkualitas dengan keterampilan yang  relevan dengan kebutuhan pariwisata di Indonesia Timur. Hal ini akan  dilakukan dengan mendukung Politeknik dalam meningkatkan kualitas kurikulum dan  kualifikasi guru, dan  membina hubungan kelembagaan antara sekolah dengan industri.

“Kami berharap proyek STED  dapat mendukung upaya dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa pariwisata kami, yang  pada akhirnya akan  bersumbangsih terhadap daya  saing pariwisata Indonesia,” kata Deputi Menteri Rizki Handayani.

Melalui STED diharapkan bisa mendorong pendidikan kejuruan ‘sistem ganda/dual track’. Sistem ganda ini  merupakan karakteristik utama pendidikan kejuruan di Swiss.  Di dalam sistem ini, pembelajaran siswa di sekolah dan tempat kerja bersifat saling melengkapi; dengan demikian sekolah akan  memiliki hubungan yang  erat  dengan pasar tenaga kerja sehingga peran aktif sektor swasta di dalam pendidikan menjadi sangat penting.

“Swiss merupakan destinasi pariwisata yang sangat diminati. Pariwisata di Swiss telah menerima manfaat yang sangat besar dari sistem pendidikan kejuruan yang  tealh berfungsi dengan baik,” kata  Duta  Besar Furrer. “Saya yakin bahwa mahasiswa dan seluruh industri pariwisata Lombok akan menerima manfaat besar dari dukungan kami ke Politeknik Pariwisata Lombok. Adalah ambisi kami untuk memastikan bahwa dalam waktu dekat, industri pariwisata Lombok akan mencari dan memperkerjakan karyawan barunya langsung dari Politeknik Lombok.”

Swiss memiliki sejarah panjang mendukung pendidikan kejuruan di Indonesia. Politeknik Mekanik Swiss, atau POLMAN Bandung, dan National Hotel Institute, atau STP  Bandung, didirikan dengan bantuan Swiss di tahun  70-an. Sejak pendiriannya, sekolah-sekolah tersebut telah menjadi model bagi banyak Politeknik lain di Indonesia.

STED merupakah salah satu proyek di bawah payung besar program kerja sama pariwisata Indonesia-Swiss yaitu Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia atau  Sustainable Tourism Development in Indonesia (STDI). Proyek  ini dilaksanakan oleh Swisscontact, yang berpengetahuan luas di bidang pendidikan kejuruan dan  pengembangan pariwisata di Indonesia, bermitra dengan Swiss Hotel Management Academy Lucerne. (Al Sattar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketua Pusaka NTB Tegaskan Isu BTT Pemprov NTB Bersifat Konstruktif Demi Kondusivitas Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

22 Desember 2025 - 20:29 WIB

Setelah Ramai Diberitakan, EO HUT Kota Baubau Akhirnya Lunasi Honor Penampil Lokal

1 November 2025 - 15:40 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI

29 September 2025 - 16:09 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI
Populer Uncategorized