Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

Uncategorized

Hanif Dhakiri mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) selalu menurun

badge-check


					Hanif Dhakiri mengatakan tingkat pengangguran terbuka (TPT) selalu menurun Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Pertumbuhan sektor manufaktur, pariwisata dan makanan-minuman mampu menyerap lebih 60% dari total angkatan kerja nasional dalam lima tahun terakhir. Hal ini turut berkontribusi atas tren penurunan pengangguran terbuka.

“Secara keseluruhan tren tingkat pengangguran terbuka (TPT) selalu menurun. Pada tahun 2015 jumlah TPT sebesar 7,31% pada tahun 2018 6,45%. Secara keseluruhan trennya tetap positif. Pertumbuhan sektor manufaktur, pariwisata, makanan dan minuman ini cukup berkontribusi menyerap tenaga kerja,” ungkap Hanif Dhakiri.

Demikian yang disampaikan oleh Menaker Hanif Dhakiri dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Pengurangan Pengangguran”, bertempat di Ruang Benny S Muljana, Gedung Saleh Alif, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dari jumlah total penyerapan angkatan kerja baru pada era pemerintahan Jokowi dari tahun 2015-2018 sekitar 9,6 juta orang, industri pengolahan menyerap 24%,52, retail besar, kecil dan reparasi motor 11,1%, administrasi pemerintahan/jaminan sosial 10,9%, konstruksi 10,88%, kegiatan jasa 7% dan  akomodasi/kuliner/rekreasi 4%.

“Kalau bicara pengangguran kita harus katakan capaian yang ada belum sepenuhnya yang kita harapkan. Namun kita harus jujur melihat trennya, pengangguran terus menurun,” jelas Menaker.

“Trennya terus menurun setiap tahun. Ini adalah tahun angka pengangguran paling rendah,” ulas Menteri Hanif.

Kenapa data pengangguran terbuka meningkat? Diakui Menaker pengangguran di pedesaan mengalami peningkatan sekitar 0,03%. Salah satu faktornya adalah banyak angkatan kerja baru bekerja secara informal di sektor pertanian. Begitu musim panen selesai maka mereka menganggur lagi.

Menaker Hanif, optimistis dengan adanya program dari Kemendes PDTT terkait program Dana Desa yang di dalamnya ada Program Padat Karya membuka peluang kesempatan kerja di desa. “Jadi situasi naiknya pengangguran di desa menurut saya sifatnya tidak permanen. Saat masa panen datang dan harga komoditas meningkat maka pengangguran ini otomatis akan turun,” ujar Hanif Dhakiri.

Dan tingkat pengangguran terbuka berbasis pendidikan yang paling besarkontribusinya adalah dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sekitar 11,24%. Dari semua kategori pendidikan trennya positif. Pada tahun 2015 sumbangan lulusan SMK ke pasar tenaga kerja sebanyak 12,65%, tahun 2016 mencapai 11,11%. Tahun 2017 naik lagi menjadi 11,41, dari tahun 2017 ke 2018 menjadi 11,24%.

“Sebenarnya ini positif. Kita harus melihat secara optimistis. Jadi Kemendikbud tentu memiliki banyak pekerjaan, namun trennya sudah benarlah. tinggal bagaimana meningkatkan skill dan menambah kesempatan kerja,” tukasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketua Pusaka NTB Tegaskan Isu BTT Pemprov NTB Bersifat Konstruktif Demi Kondusivitas Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

22 Desember 2025 - 20:29 WIB

Setelah Ramai Diberitakan, EO HUT Kota Baubau Akhirnya Lunasi Honor Penampil Lokal

1 November 2025 - 15:40 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI

29 September 2025 - 16:09 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI
Populer Uncategorized