Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

KEUANGAN

Rupiah Menguat Tertolong Keputusan Kenaikan Suku Bunga

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat setelah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% dari 5.75% pada Kamis (15/11). Rupiah di pasar spot dihargai Rp 14.640, menguat 0,98%.

Keputusan menaikkan suku bunga ini di luar ekspektasi pasar, karena konsensus pasar memperkirakan justru akan BI menahan 7 Day Reverse Repo Rate di 5,75%. Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan imbalan investasi aset-aset berbasis rupiah. Oleh karena itu, investor pun rajin memburu mata uang ini sehingga peningkatan permintaan membuat nilai rupiah menguat.

“Keputusan tersebut sebagai langkah lanjutan BI untuk memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke batas aman. Juga untuk memperkuat daya tarik aset domestik dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan,” papar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Sebagaimana diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada kamis pagi, bahwa menyebutkan ekspor Oktober 2018 tumbuh 3,59% year-on-year (YoY) sementara impor melonjak 23,66% YoY. Ini membuat neraca perdagangan mengalami defisit dalam yaitu mencapai US$ 1,82 miliar. Data ini jauh dari konsensus pasar yang memperkirakan neraca perdagangan Oktober defisit tipis di US$ 62,5 juta.

Ketika defisit perdagangan ternyata lebih parah dari ekpektasi, maka perbaikan transaksi berjalan akan sulit dilakukan. Pada akhirnya rupiah semakin tidak punya pijakan untuk menguat lebih lanjut. Namun kemudian penguatan rupiah kembali terdongkrak. Penguatan rupiah yang hampir menyentuh 1% terjadi setelah Bank Indonesia mengumumkan suku bunga acuan.

Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan imbalan investasi aset-aset berbasis rupiah. Oleh karena itu, investor pun rajin memburu mata uang ini sehingga peningkatan permintaan membuat nilai rupiah menguat. ( Al Sattar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Prabowo Ultimatum Kepala OJK Mundur

16 Februari 2026 - 16:27 WIB

Penelitian: MMQ Jauh Lebih Adil dari Murabahah untuk KPR Syariah

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Populer KEUANGAN