Menu

Mode Gelap
DEN: Hapus “Inclusion Error” Subsidi Bisa Hemat Rp200 Triliun Pakar: MoU Damai AS-Iran tak Beri Kepastian, RI Perlu “Sense of Crisis” Climate Policy Initiative: RI Belum Tentukan Sikap, Mau Jadi “Electrostate” atau “Petrostate”? INDEF: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Bersifat Sementara Bank Mandiri: Koordinasi Fiskal-Moneter Sokong Stabilitas Rupiah dan IHSG Kadin: Dunia Usaha “Bertahan Saja Sudah Cukup” di Tengah Tekanan Global

KEUANGAN

Rupiah Menguat Tertolong Keputusan Kenaikan Suku Bunga

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat setelah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 6% dari 5.75% pada Kamis (15/11). Rupiah di pasar spot dihargai Rp 14.640, menguat 0,98%.

Keputusan menaikkan suku bunga ini di luar ekspektasi pasar, karena konsensus pasar memperkirakan justru akan BI menahan 7 Day Reverse Repo Rate di 5,75%. Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan imbalan investasi aset-aset berbasis rupiah. Oleh karena itu, investor pun rajin memburu mata uang ini sehingga peningkatan permintaan membuat nilai rupiah menguat.

“Keputusan tersebut sebagai langkah lanjutan BI untuk memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke batas aman. Juga untuk memperkuat daya tarik aset domestik dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan,” papar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Sebagaimana diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada kamis pagi, bahwa menyebutkan ekspor Oktober 2018 tumbuh 3,59% year-on-year (YoY) sementara impor melonjak 23,66% YoY. Ini membuat neraca perdagangan mengalami defisit dalam yaitu mencapai US$ 1,82 miliar. Data ini jauh dari konsensus pasar yang memperkirakan neraca perdagangan Oktober defisit tipis di US$ 62,5 juta.

Ketika defisit perdagangan ternyata lebih parah dari ekpektasi, maka perbaikan transaksi berjalan akan sulit dilakukan. Pada akhirnya rupiah semakin tidak punya pijakan untuk menguat lebih lanjut. Namun kemudian penguatan rupiah kembali terdongkrak. Penguatan rupiah yang hampir menyentuh 1% terjadi setelah Bank Indonesia mengumumkan suku bunga acuan.

Kenaikan suku bunga acuan akan ikut menaikkan imbalan investasi aset-aset berbasis rupiah. Oleh karena itu, investor pun rajin memburu mata uang ini sehingga peningkatan permintaan membuat nilai rupiah menguat. ( Al Sattar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Bank Mandiri: Koordinasi Fiskal-Moneter Sokong Stabilitas Rupiah dan IHSG

26 Juni 2026 - 16:31 WIB

CWIG Minta OJK Tegas Terkait Promosi Platform Aset Kripto Ilegal

21 Juni 2026 - 15:13 WIB

Perbankan Pilih Parkir Dana Ketimbang Salurkan Kredit

18 Juni 2026 - 09:43 WIB

Populer KEUANGAN