Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

INDAG

Moeldoko : peternak harus mampu hadapi era disrupsi

badge-check


					Moeldoko : peternak harus mampu hadapi era disrupsi Perbesar

INAnews.co.id , Batu – Para peternak domba dan kambing harus mampu menghadapi perkembangan zaman di era disrupsi, yakni masa di mana terjadi perubahan yang fundamental atau mendasar di berbagai sektor kehidupan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menghadiri Silaturahmi Nasional ke-6 Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia di Jatim Park 2, Batu, pada Minggu, 9 Desember 2018 mengatakan tak ada satu orang pun mampu menghentikan disrupsi beserta perubahan yang tengah terjadi begitu cepat di dunia ini.

“Mereka yang tergilas dan tak bisa mengikuti perkembangan di era disrupsi kemudian cenderung memaki-maki dan menyalahkan orang lain” ujar Moeldoko di atas podium Silatnas.

Silatnas juga menggelar berbagai kontes domba dan kambing memperebutkan Piala Presiden 2018 ini mengambil tema ‘Peternak Muda Membangun Bangsa, Bangga jadi Peternak Indonesia’.

Moeldoko saat memberikan penghargaan kepada pemenang lomba kontes di acara Silatnas Ke 6 Himpunan Peternak Domba dan Kambing di Batu Malang (09-12-2018)

“Disrupsi di dunia berjalan amat cepat dengan segala perubahan, kecepatan, resiko, kompleksitas, maupun kejutan-kejutannya. Kita tak menyangka, baru saja ada penemuan teknologi tertentu, kini sudah ada lagi yang lebih baru. Di sinilah kia harus terus berkembang dan meng-update diri,” kata Moeldoko yang juga menjabata sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) .

“Konsumsi protein di Indonesia itu masih sangat jauh dari kebutuhan masyarakat kita. Jadi, marketnya besar sekali. Itu belum bicara ekspor lho,” katanya.

Berbagai lomba digelar pada acara ini, antara lain seni ketangkasan Domba Garut, kontes ternak Kambing Peranakan Etawa (PE), serta eksebisi ternak domba dan kambing unggulan memperebutkan Piala Presiden Jokowi. Dalam kelas ekstrem, terpilih seekor kambing bernama ‘Lasson’ asal Lumajang seberat 149,8 kilogram.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI