Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

SBY punya bukti kuat atas kerusakan Bendera Demokrat

badge-check


					SBY punya bukti kuat atas kerusakan Bendera Demokrat Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pihaknya sudah mengantongi bukti kuat di balik aksi perusakan sejumlah atribut Demokrat di Pekanbaru, Riau. SBY juga menyatakan kini menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut di tangan kepolisian.

“Kami punya evidence (bukti). Strong evidence (bukti yang kuat) yang Insyaallah membuka jalan siapa-siapa di balik aksi perusakan itu,” kata SBY di Pekanbaru, Minggu (16/12) seperti dilansir dari Antara.

SBY sangat percaya kepolisian untuk dapat mengungkap kasus tersebut. SBY menyatakan kinerja kepolisian baik, dan dapat menuntaskan banyak kasus hukum secara tuntas dan cepat.

“Kepolisian kita hebat. 10 tahun saya memimpin banyak sekali menyelesaikan masalah. Cepat dan tuntas,” ujar Presiden SBY.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau diketahui masih intensif melakukan pemeriksaan terhadap HS, salah satu orang yang diduga menjadi pelaku perusakan. Polda Riau baru berencana akan memberikan pernyataan pers terkait penanganan perkara perusakan atribut Partai Demokrat, pada Senin (17/12).

Dan perusakan atribut Partai Demokrat memancing gaduh sejumlah elite politik, terlebih menjelang Pilpres 2019. Perusakan atribut Demokrat tersebut juga mendapat perhatian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL