INAnews.co.id, Jakarta – Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) menargetkan volume transaksi multilateral pada tahun politik ini bisa tumbuh 1.450.000 lot.
Angka ini meningkat 20% dari terget 2018 sebanyak 1.200.000 lot.
Serupa, BBJ juga menargetkan volume transaksi bilateral dapat tumbuh 20% atau naik menjadi 5.400.000 lot pada tahun 2019 dari 4.500.000 lot pada tahun 2018.
Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada tahun ini akan melebarkan ekspansinya lewat kontrak emas syariah.
“Kontrak Emas Syariah misalnya, akan diluncurkan dalam waktu dekat ini, menunggu persetujuan dari Bappebti,” ujar Paulus saat paparan Market Review 2018 dan Outlook 2019 di Jakarta, Rabu (9/1).
Demikian juga Kontrak Karet ujar Paulus masih menunggu kesepakatan dan kesepahaman dari dua negara lainnya, yaitu Thailand dan Malaysia.
Rencananya BBJ akan membuka perdagangan emas syariah pada saat momentum bulan Ramadan tahun 2019.
Paulus menegaskan, izin kontrak emas syariah paling lambat pada akhir Januari sampai awal Februari 2019.
“Berharap secepatnya karena kami membutuhkan waktu untuk sosialisasi sampai Mei depan,” kata Paulus
Kontrak baru ini digadang-gadang akan memberikan kontribusi sekitar 10-15% dari total target volume transaksi emas di 2019 menjadi 54.711-86.117 lot.
Target kontrak emas pada tahun ini mencapai 38,6% atau setara 547.117 lot dari total target volume transaksi multilateral sekitar 1,4 juta lot.
Sementara, Paulus juga memaparkan beberapa program kerja 2019, di antaranya mengevaluasi dan merevitalisasi beberapa kontrak berjangka dengan menyesuaikan keadaan dan permintaan pasar.






