INAnews.co.id, Jakarta – Road Map Industri 4.0 merupakan sebagai strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional ke depan, terutama kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.
“Jadi, visi pembangunan industri memang harus bersifat jangka panjang. Di dalam Making Indonesia 4.0, aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (1/1/2018).
Menperin mengemukakan, ada lima sektor yang telah dipilih dan mendapat prioritas pengembangan untuk menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0.
Yakni industri makanan dan minuman (Mamin), industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronika.
“Kelima sektor tersebut dipilih berdasarkan hasil studi, karena dari lima sektor itu mampu memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen dan 60 persen tenaga kerja di industri dari lima sektor tersebut,” ujar Airlangga.
Bahkan, menurut Airlangga memaparkan dari global product, 60 persen yang beredar di dunia adalah produk dari lima sektor itu. Namun demikian,sektor industri lainnya bukan berarti tidak berperan penting.
Beberapa perusahaan yang sudah menjadi percontohan dalam implementasi industri 4.0, di antaranya PT Schneider ElectricManufacturing di sektor industri elektronika, PT Chandra Asri Petrochemical di industri kimia, PT Mayora Indah Tbk di industri makanan dan minuman, Sritex di industri tekstil dan pakaian, serta PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di industri otomotif.
“Sementara itu, berdasarkan sasaran dari Making Indonesia 4.0, Indonesia akan menjadi lima besar eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global pada tahun 2030” jelas Airlangga.
Di periode yang sama, Indonesia sebagai produsen tekstil dan pakaian yang masuk dalam jajaran lima besar dunia.
Selanjutnya , menurut Airlangga industri otomotif di Indonesia ditargetkan sudah memproduksi kendaraan listrik dan melakukan ekspor ke negara berkembang.
“Di industri kimia, Indonesia dibidik sebagi produsen biofueldan bioplastic yang masuk lima besar dunia pada tahun 2030,” jelas Menperin.






