Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

Uncategorized

Indonesia akan miliki smelter pengolahan bauksit di Mempawah

badge-check


					Tambang bauksit di Ketapang Perbesar

Tambang bauksit di Ketapang

INAnews.co.id, Jakarta – Indonesia akan memiliki smelter dan satu-satunya pabrik pemurnian aluminium di Indonesia. Proyek Pengolahan Smelter Grade Alumina ini rencananya memiliki kapasitas produksi sampai 2 juta ton alumina per tahun. 

Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) resmi dilakukan pencanangan pembangunan oleh PT Indonesia Asahan Aluminum (Persero) bekerja sama dengan PT Antam Tbk melalui anak usaha patungan mereka, yakni PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI).

Seperti dikutip ANTARA,smelter ini akan mulai berproduksi pada kuartal-I 2022 dan diharapkan produk alumina sebagai bahan baku dari aluminium dapat dipenuhi dari dalam negeri, tanpa harus bergantung pada impor.

“Kebutuhan Indonesia sendiri yang melalui Inalum sebesar 500.000 ton per tahun. Saat ini hampir seluruhnya diimpor dari Australia,” kata Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih pada pencanangan pembangunan Proyek SGAR di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2018).

Oggy menjelaskan dalam tahap pertama yang ditandai dengan pencanangan pembangunan ini, SGAR Mempawah memiliki kapasitas awal sebesar 1 juta ton per tahun. Pabrik pemurnian hilirisasi bauksit menjadi alumina tersebut terletak di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Indonesia memiliki cadangan bauksit terbesar keenam di dunia. Proyek ini akan mengurangi ekspor mineral mentah dan mengurangi impor bahan baku produksi aluminium.

Terbentuknya hilirisasi produk tambang dari bauksit, alumina, hingga aluminium, akan menghemat devisa Indonesia sebesar 200 juta-250 juta dolar AS per tahun.

“Jadi 2 ton alumina sama dengan 1 ton alumnium. Misalnya alumina dengan harga sekarang 400 dolar, berarti devisanya bisa 200 juta dolar AS per tahun dengan produksi sendiri 500 ribu ton per tahun,” kata Oggy.

Proyek Pembangunan Pabrik Alumina yang akan dikelola oleh PT BAI akan dibangun di atas lahan seluas 288 Ha di tiga Desa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dan akan dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga batubara sebesar 3×25 MW.

Pembangunan SGAR Mempawah ini membutuhkan investasi sebesar 850 juta dolar AS dengan alokasi 30 persen dari ekuitas dan 70 persen pendanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketua Pusaka NTB Tegaskan Isu BTT Pemprov NTB Bersifat Konstruktif Demi Kondusivitas Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

22 Desember 2025 - 20:29 WIB

Setelah Ramai Diberitakan, EO HUT Kota Baubau Akhirnya Lunasi Honor Penampil Lokal

1 November 2025 - 15:40 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI

29 September 2025 - 16:09 WIB

Bridgestone dan Walikota Bekasi Dukung Program Institut STIAMI
Populer Uncategorized