Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

Uncategorized

IOI dan IBIMA bimbing UKM manufaktur otomotif di Pulogadung

badge-check


					IOI dan IBIMA bimbing UKM manufaktur otomotif di Pulogadung Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan PT Insan Bisnis & Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA) lakukan inisiasi program asistensi IKM-KUKM atau Sentra Usaha Mikro.

Fokus inisiasi dalam bentuk pelatihan di bidang industri manufaktur pada sektor otomotif UKM di Pulogadung.

Acara yang dihadiri Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Br Simanungkalit, menghadirkan pembicara dari unsur Kemenprin, Diskop dan Perindustrian DKI Jakarta, anggota Gaikindo, pelaku IKM-KUKM Kawasan Industri Pulogadung, serta unsur Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) bidang otomotif.

“Kita sendiri telah bersinergi dengan IOI dan Kementerian Perindustrian terkait pengembangan sentra usaha IKM-KUKM agar produknya memiliki daya saing global,” kata Presiden Direktur & CEO IBIMA I Made Dana Tangkas di Jakarta , Senin (8/4/2019).

Dalam kesempatan itu juga I Made Tangka melakukan Kick Off Pengembangan KUKM Komponen Otomotif Pulogadung di Jakarta.

Menurut Dana, pemerintah terus berupaya mendorong pertumbuhan sentra usaha atau industri kecil dan menengah sebagai salah satu prioritas agar  berdaya saing global.

Tambah Dana, program inj diharapkan meningkatkan produktivitas dan daya saing KUKM khususnya komponen otomotif.

“Bukan cuma itu diharapkan pelatihan ini mampu memberikan peran dan sumbangsihnya dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya maupun perluasan lapangan, dan kesempatan kerja,” tambah Made.

Asistensi IKM-KUKM sektor otomotif ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan senergi antar IKM-KUKM serta untuk peningkatan daya saing dan efisiensi industri otomotif (Safety, Quality, Cost, Delivery, Method, Productivity, Environment (SQCDMPE) yang ramah lingkungan sesuai dengan kriteria internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized