Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

Uncategorized

Transportasi Indonesia sentris beri peluang Indonesia Bagian Timur

badge-check


					Transportasi Indonesia sentris beri peluang Indonesia Bagian Timur Perbesar

INAnews.co.id – Jakarta – Pemerintah berkomitmen akan membangun infrastruktur-infrastruktur transportasi yang menyeluruh dengan konsep Indonesia Sentris, yaitu pembangunan tidak hanya dilakukan di pulau Jawa saja, melainkan di seluruh wilayah Indonesia.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki luas wilayah yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa. Maka itu, transportasi memegang peranan penting dalam menghubungkan antarwilayah tersebut, baik itu untuk orang maupun barang.

“Dalam beberapa tahun ini pemerintah telah banyak membangun infrastruktur transportasi seperti terminal, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut, kapal untuk tol laut, dan bandara. Hal tersebut merupakan amanah dan komitmen Kementerian Perhubungan yang ditugaskan untuk memastikan konektivitas antarwilayah di Indonesia,” ucap Menhub Budi, di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya akan melakukan pekerjaan intensif. Salah satunya yaitu untuk mendukung program tol laut di mana Kemenhuhb akan membangun sebanyak 100 kapal.

“Secara khusus Kementerian Perhubungan membangun 100 kapal untuk mendukung tol laut yang memberikan solusi untuk disparitas harga,” ujar Menhub Budi.

Disampaikan Menhub juga tol laut memberikan peluang untuk berkreasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia Bagian Timur.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan transportasi perkotaan juga menjadi perhatian khusus, di mana angkutan massal berbasis rel dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan.

Menurutnya, di Jabodetabek setiap harinya jumlah pergerakan manusianya sebesar 49,5 juta pergerakan di mana 24,9 juta pergerakan didominasi pengemudi sepeda motor dan kendaraan pribadi, sehingga Jabodetabek menjadi wilayah yang tingkat kemacetan yang tinggi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized