Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KEUANGAN

Kebutuhan uang tunai jelang Idul Fitri capai Rp. 217, 1 triliun

badge-check


					Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank Perbesar

Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank

INAnews.co.id , Jakarta – Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Lebaran 2019 bakal mencapai Rp217,1 triliun atau tumbuh 13,5% dibandingkan periode tahun lalu sebesar Rp191,3 triliun.

Kebutuhan uang kuartal yang meningkat tahun ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kebutuhan rata-rata selama lima tahun terakhir yang sebesar 13,3%.

Dibandingkan tahun lalu, berdasarkan kelompok kegiatannya, realisasi outflow periode Ramadan dan Idul fitri 2018 sebagian besar berupa penarikan perbankan di satuan kerja kas sebesar Rp170,1 triliun atau mencapai 88,9%, penarikan bank melalui kas titipan sebesar Rp20,1 triliun (10,5%), dan penukaran atau kas keliling sebesar Rp1,1 triliun (0,6%).

“Kita pastikan kebutuhan uang kartal perbankan atau masyarakat pada Ramadan dan Idul Fitri kali ini akan tercukupi dengan optimal,” ujar Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Outflow tertinggi tetap di daerah Jabodetabek, yakni sebesar Rp51,5 triliun. Kemudian Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp31,1 triliun, Jawa Timur sebesar Rp29,9 triliun, Jawa Barat dan Banten sebesar Rp23 triliun, Sulawesi, Maluku dan Papua sebesar Rp15,7 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp14,7 triliun.

Selanjutnya, Sumatera Barat, Riau, Kepri dan Jambi sebesar Rp14,4 triliun, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Babel sebesar Rp14,2 triliun, Sumatera Utara dan Aceh sebesar Rp12,6 triliun, dan Bali & Nusa Tenggara sebesar Rp10 triliun.

Lebih jauh, Rosmaya menjelaskan faktor yang memengaruhi peningkatan kebutuhan uang tunai tahun ini antara lain kenaikan gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku sejak tahun ini dan dibayarkan sebelum lebaran.

Selanjutnya, kenaikan gaji dan pembayaran THR pegawai swasta sesuai ketentuan upah minimum, pelaksanaan pemilihan umum yang rampung sebelum lebaran, serta antusiasme masyarakat terhadap libur panjang lebaran tahun ini yang berlangsung hingga 11 hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Danantara Jadi Ujung Tombak Pemulihan Pascabencana di Aceh

2 Januari 2026 - 08:47 WIB

Membedah Kontradiksi Kebijakan Moneter BI yang Dianggap Berhalusinasi

31 Desember 2025 - 09:11 WIB

Populer KEUANGAN