Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

KEUANGAN

Kebutuhan uang tunai jelang Idul Fitri capai Rp. 217, 1 triliun

badge-check


					Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank Perbesar

Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank

INAnews.co.id , Jakarta – Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Lebaran 2019 bakal mencapai Rp217,1 triliun atau tumbuh 13,5% dibandingkan periode tahun lalu sebesar Rp191,3 triliun.

Kebutuhan uang kuartal yang meningkat tahun ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kebutuhan rata-rata selama lima tahun terakhir yang sebesar 13,3%.

Dibandingkan tahun lalu, berdasarkan kelompok kegiatannya, realisasi outflow periode Ramadan dan Idul fitri 2018 sebagian besar berupa penarikan perbankan di satuan kerja kas sebesar Rp170,1 triliun atau mencapai 88,9%, penarikan bank melalui kas titipan sebesar Rp20,1 triliun (10,5%), dan penukaran atau kas keliling sebesar Rp1,1 triliun (0,6%).

“Kita pastikan kebutuhan uang kartal perbankan atau masyarakat pada Ramadan dan Idul Fitri kali ini akan tercukupi dengan optimal,” ujar Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Outflow tertinggi tetap di daerah Jabodetabek, yakni sebesar Rp51,5 triliun. Kemudian Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp31,1 triliun, Jawa Timur sebesar Rp29,9 triliun, Jawa Barat dan Banten sebesar Rp23 triliun, Sulawesi, Maluku dan Papua sebesar Rp15,7 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp14,7 triliun.

Selanjutnya, Sumatera Barat, Riau, Kepri dan Jambi sebesar Rp14,4 triliun, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Babel sebesar Rp14,2 triliun, Sumatera Utara dan Aceh sebesar Rp12,6 triliun, dan Bali & Nusa Tenggara sebesar Rp10 triliun.

Lebih jauh, Rosmaya menjelaskan faktor yang memengaruhi peningkatan kebutuhan uang tunai tahun ini antara lain kenaikan gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku sejak tahun ini dan dibayarkan sebelum lebaran.

Selanjutnya, kenaikan gaji dan pembayaran THR pegawai swasta sesuai ketentuan upah minimum, pelaksanaan pemilihan umum yang rampung sebelum lebaran, serta antusiasme masyarakat terhadap libur panjang lebaran tahun ini yang berlangsung hingga 11 hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Prabowo Ultimatum Kepala OJK Mundur

16 Februari 2026 - 16:27 WIB

Penelitian: MMQ Jauh Lebih Adil dari Murabahah untuk KPR Syariah

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Populer KEUANGAN