Menu

Mode Gelap
Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo ASN Boleh Kritik Presiden, Ini Penjelasan Hukumnya Prabowo di Hadapan Buruh Bicara Ojol Setahun Mengabdi, Heritage Medical Bekasi Prioritaskan Kesembuhan Pasien Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

KEUANGAN

Kebutuhan uang tunai jelang Idul Fitri capai Rp. 217, 1 triliun

badge-check


					Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank Perbesar

Ilustrasi tukar uang di salah satu Bank

INAnews.co.id , Jakarta – Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Lebaran 2019 bakal mencapai Rp217,1 triliun atau tumbuh 13,5% dibandingkan periode tahun lalu sebesar Rp191,3 triliun.

Kebutuhan uang kuartal yang meningkat tahun ini juga sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kebutuhan rata-rata selama lima tahun terakhir yang sebesar 13,3%.

Dibandingkan tahun lalu, berdasarkan kelompok kegiatannya, realisasi outflow periode Ramadan dan Idul fitri 2018 sebagian besar berupa penarikan perbankan di satuan kerja kas sebesar Rp170,1 triliun atau mencapai 88,9%, penarikan bank melalui kas titipan sebesar Rp20,1 triliun (10,5%), dan penukaran atau kas keliling sebesar Rp1,1 triliun (0,6%).

“Kita pastikan kebutuhan uang kartal perbankan atau masyarakat pada Ramadan dan Idul Fitri kali ini akan tercukupi dengan optimal,” ujar Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Outflow tertinggi tetap di daerah Jabodetabek, yakni sebesar Rp51,5 triliun. Kemudian Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp31,1 triliun, Jawa Timur sebesar Rp29,9 triliun, Jawa Barat dan Banten sebesar Rp23 triliun, Sulawesi, Maluku dan Papua sebesar Rp15,7 triliun, dan Kalimantan sebesar Rp14,7 triliun.

Selanjutnya, Sumatera Barat, Riau, Kepri dan Jambi sebesar Rp14,4 triliun, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung dan Babel sebesar Rp14,2 triliun, Sumatera Utara dan Aceh sebesar Rp12,6 triliun, dan Bali & Nusa Tenggara sebesar Rp10 triliun.

Lebih jauh, Rosmaya menjelaskan faktor yang memengaruhi peningkatan kebutuhan uang tunai tahun ini antara lain kenaikan gaji dan tunjangan hari raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berlaku sejak tahun ini dan dibayarkan sebelum lebaran.

Selanjutnya, kenaikan gaji dan pembayaran THR pegawai swasta sesuai ketentuan upah minimum, pelaksanaan pemilihan umum yang rampung sebelum lebaran, serta antusiasme masyarakat terhadap libur panjang lebaran tahun ini yang berlangsung hingga 11 hari.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Rupiah Tertekan ke Rp17.400, BI tak Bisa Kerja Sendiri

1 Mei 2026 - 13:23 WIB

Perang Timur Tengah Ancam Fiskal dan Daya Beli RI

1 Mei 2026 - 09:19 WIB

Bank Banten Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Tren Kinerja Semakin Melesat

30 April 2026 - 19:02 WIB

Populer EKONOMI