Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

Uncategorized

BM Hipkimindo dukung maskapai asing masuk ke Indonesia

badge-check


					BM Hipkimindo dukung maskapai asing masuk ke Indonesia Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Barisan Muda Himpunan Pengusaha Mikro Dan Kecil Indonesia (HIPMIKINDO) dukung wacana yang Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait maskapai asing yang diundang masuk ke dalam bisnis penerbangan nasional.

Wacana tersebut dilempar oleh Jokowi agar harga ticket pesawat domestik yang dikeluhkan masyarakat dapat kembali normal dan tidak mahal.

Menurut Ketua Umum , BM HIPMIKINDO Denny Agiel Prasetyo, pihaknya mendukung wacana tersebut bukan saja karena harga ticket, tetapi pihaknya yakin jika maskapai asing ikut berbisnis di dalam penerbangan nasional.

Indonesia  bisa dapat keuntungan dari berbagai aspek, sebab dengan masuknya maskapai asing bisa menambah pendapatan negara atas sektor pajak di luar sektor andalan minyak dan gas (Migas).

“Selain pajak juga harga tiket lebih kompetitif dan pilihan harga tiket lebih luas bagi konsumen dan akhirnya meningkatkan standart sektor pelayanan, keamanan dan kenyamanan bagi para konsumen pengguna moda transportasi udara tersebut,” ujar Denny di Jakarta, Kamis (13/06/19).

Tambah Denny ketidakmampuan Menteri Perhubungan untuk melakukan pengawasan harga standar batas atas dan bawah atas harga ticket dan sanksi tegas bagi yang melanggar.

Selain Menhub, Denny juga menuding Garuda Indonesia dan Lion Air sebagai penyebab mahalnya harga ticket pesawat.

“Jelas hal tersebut menunjukkan betapa nakalnya para pemilik dan pengelola maskapai penerbangan. Di mana sangat tidak mengindahkan aspek kemanusian akan tetapi semata mata hanya mengedepankan unsur keuntungan belaka semata mata,” ucapnya.

Lanjut Denny, sangat diperlukan sistem pengawasan yang super ketat terhadap pengelolaan bisnis penerbangan Nasional agar harga ticket dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized