INAnews.co.id , Jakarta – Sejak pertama kali didirikan pada tahun 2010, Bukalapak telah memiliki lebih dari 4 juta pelapak di seluruh negeri.
Sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah memegang peranan penting dengan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tahun 2018 dan diprediksikan akan terus meningkat di tahun ini.
Tidak hanya itu, pasar konsumen menengah di Asia Tenggara juga diproyeksikan akan berkembang pesat dengan penambahan 50 juta konsumen kelas menengah di tahun 2020.
Menurut McKinsey Report, Indonesia juga diperkirakan akan mengirimkan 1,6 miliar paket per tahun. Potensi besar inilah yang mendorong Bukalapak untuk terus berinovasi dan menyederhanakan teknologi agar dapat dirasakan dampaknya secara menyeluruh.
“Kesempatan yang diciptakan dari inovasi teknologi Bukalapak tidak hanya diperuntukkan bagi sebagian kalangan saja, tetapi bagi siapa saja dari berbagai latar belakang yang ingin mengoptimalkan potensi diri, kreativitas usaha dan teknologi Bukalapak untuk bersama-sama memajukan ekonomi bangsa.” ucap CEO Bukalapak , Ahmad Jacky di acara Halal Bihalal bersama media , Kamis 27 mei 2019.
Saat ini, lebih dari 1,6 juta warung dan wirausahawan mandiri di seluruh Indonesia tercatat sebagai Mitra Bukalapak yang tidak hanya berbisnis secara tradisional dan juga Bukalapak telah memiliki 5000 anggota komunitas.
“Keseluruhan inisiatif untuk memajukan sektor usaha kecil dan memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi adalah komitmen nyata Bukalapak dalam memantapkan posisi Indonesia sebagai pilar ekonomi digital terkuat di kawasan Asia Tenggara,” ucap Ahmad Zacky.







1 Komentar
Kereeen! Thank you inanews!