INAnews.co.id, Jakarta – Presiden terpilih Jokowi mengatakan akan membangun infrastruktur lebih cepat pada 5 tahun mendatang. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam acara syukuran bersama relawan dan partai koalisi pendukungnya dengan tema “Visi Indonesia” di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/7).
Jokowi juga mengatakan akan menyambungkan infrastruktur-infrastruktur yang sudah dibangun dengan kawasan ekonomi kecil dan kawasan ekonomi khusus.
“Kita sambungkan dengan kawasan industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan,” kata Jokowi.
Dalam Global Competitiveness Report 2015-2016, yang disusun oleh lembaga World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati urutan ke-62 dari 140 negara dalam hal pembangunan infrastruktur — peringkat yang bertahan di standar rata-rata.
Jokowi melanjutkan, pemerintahannya ke depan juga akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia, salah satunya dengan menjamin kesehatan bayi dan ibu hamil. Ia juga berjanji meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan bagi masyarakat Indonesia yang berbakat.
“Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam bidang ekonomi, Jokowi melanjutkan kebijakan mengundang investor seluas-luasnya guna membuka lapangan pekerjaan. Strateginya tidak jauh berbeda, yakni dengan memangkas perizinan yang berbelit dan memberantas pungli. Jokowi juga berjanji melanjutkan reformasi agar pelayanan publik bisa menjadi semakin cepat.
“Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya ‘hajar’ kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan,” ujar Jokowi.






