Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

Uncategorized

Adopsi Robotik di Indonesia Tempati Peringkat ke 26 Dunia

badge-check


					Adopsi Robotik di Indonesia Tempati Peringkat ke 26 Dunia Perbesar

INAnews.co.id, JakartaPertumbuhan Adopsi Robotik di Indonesia, menurut International Federation of Robotics, Indonesia menempati peringkat ke-26 dunia untuk penggunaan robot operasional.

Tahun lalu, Indonesia mendaftarkan 8.655 robot, naik 9 persen dari sebelumnya 7.913unit pada 2017. Industri otomotif menjadi pengguna terbesar di  Indonesia,dengan mencatat pembelian robot mencapai 29 persen dari seluruh transaksi pada 2018, diikuti industri elektronik sebesar 12 persen.

Indonesia lebih lambat dalam mengadopsi otomatisasi dan teknologi baru dibandingkan negara-negara tetangga. Menurut A.T. Kearney, Indonesia agak tertinggal ketimbang negara-negara seperti Singapura, Thailand dan Malaysia dalam implementasi Industri 4.0.

Untuk menjembatani kesenjangan ini, Presiden Joko Widodo meluncurkan road map ‘Making Indonesia 4.0’ dalam persiapan menuju Industri 4.0 dan mendorong adopsi otomatisasi. Jika berhasil, tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai enam hingga tujuh persen dari 2018 hingga 2030.

Darrell Adams, Head of Southeast Asia & Oceania, Universal Robots mengatakan, “Cobot terus memberi manfaat besar bagi bisnis di Asia Tenggara dalam mengubah proses manufaktur dan tetap kompetitif. VMIC contohnya, sudah mengotomatisasi proses yang dulu sangat manual,hingga kini bisa menikmati produktivitas tinggi dan kualitas hasil yang lebih baik.

“UR berada di lini depan teknologi cobot. Di Indonesia, UR mempercepat transisi keproduksi yang lebih cerdas. JVC Electronics Indonesia (JEIN) misalnya, telah meningkatkan produktivitas dan keselamatan pekerja, dengan penghematan biaya tahunan lebih dari USD 80.000 dengan menggunakan cobot. Di Indonesia, cobot digunakan di industri otomotif, elektronik, tekstil, farmasi, alas kaki, dan pengolahan makanan,” tambah Adams.

Vinacomin Motor Industry Joint Stock Company (VMIC), merupakan salah satu BUMN di Vietnam yang pertama yang menggunakan cobot, dan hasilnya peningkatan produktivitas dua hingga tiga kali lipat,serta membaiknya kualitas produk yang memicu kenaikan pesanan hingga 50 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized