Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

INDAG

Ekonomi Dunia Melambat Jadi Bahasan Pertemuan Presiden Jokowi dan IMF

badge-check


					Presiden Jokowi memimpin delegasi Pemerintah Indonesia bertemu dengan delegasi IMF yang dipimpin oleh Managing Director-nya Kristalina Georgieva, di Bangkok, Thailand, Minggu 3/11/2019. (foto : setkab) Perbesar

Presiden Jokowi memimpin delegasi Pemerintah Indonesia bertemu dengan delegasi IMF yang dipimpin oleh Managing Director-nya Kristalina Georgieva, di Bangkok, Thailand, Minggu 3/11/2019. (foto : setkab)

INAnews.co.id, Bangkok – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pertemuan dengan Managing Director Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, di Impact Forum Bangkok, Thailand, pada Minggu siang 3 november 2019.

Dalam pertemuannya Presiden Jokowi dan Kristalina melakukan tukar pikiran mengenai masalah situasi ekonomi di global maupun di kawasan.

“Managing Director IMF menyampaikan bahwa ekonomi dunia mengalami slow down dan pertumbuhan mengalami pertumbuhan yang terendah dalam satu dekade, banyak sekali uncertainties,” kata Menlu kepada wartawan di Bangkok, Thailand, dalam Media Briefing usai kegiatan hari kedua KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu sore 3 november 2019.

Di sisi lain, lanjut Menlu, Managing Director IMF mengatakan bahwa ASEAN dinilai situasinya cenderung menjadi lebih baik.

“To be more exact, beliau mengatakan bahwa ekonomi ASEAN masih berada di bright spot in the world economy, bright spot-nya ada di ASEAN,” sambung Menlu.

Sementara Presiden Jokowi, menurut Menlu, menyampaikan bahwa untuk lima tahun ke depan, prioritas yang akan dilakukan Presiden adalah disebutkan seperti misalnya human capital development, kemudian melanjutkan pembangunan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah  Menteri Kabinet Indonesia Maju, yaitu Menko Bidang Polhukam Mahfud MD,  Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

 

 

Sumber : Setkab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI