INAnews.co.id, Jakarta- Pemerintah Indonesia tampaknya kembali harus kecolongan dengan masuknya kapal ikan asing dari China yang tanpa izin memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia(ZEEI) di perairan Natuna pada Desembes 2019 untuk mencuri ikan. Bahkan dalam memasuki wilayah laut untuk mengambil ikan, kapal-kapal tersebut dikawal oleh kapal penjaga pantai AL China

Pasukan TNI AL – Armabar Menangkap Nelayan Asing
Kabar soal kapal-kapal China yang melanggar ZEE Indonesia ditanggapi oleh pihak Kementerian Luar Negeri, Kemenlu mengatakan perbuatan Coast Guard China melanggar ZEE Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan di perairan Natuna.
Kemudian, pihak Kemenlu juga akan memanggil Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan memprotes hal tersebut.
Sementara Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, mengimbau kepada semua nelayan Indonesia yang mencari ikan di laut Natuna tidak perlu cemas atau takut atas keberadaan kapal ikan asing dan Coast Goard China karena TNI hadir di laut Natuna.
“Tetaplah melaut dan mencari ikan saja dengan tenang, di sini kan ada kapal perang milik TNI yang akan terus menjaga dan melindungi para nelayan Indonesia,” kata Pangkogabwilhan 1 usai memimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan laut Natuna sebagai upaya penegakan kedaulatan negara di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (4/1/20).
Sikap tegas juga ditunjukan oleh Kepala Bakamla Laksamana Madya Achmad Taufieqoerrochman, Kepala Bakamla mengatakan bahwa pihaknya akan menambah pasukan menyusul masuknya kapal-kapal China ke Natuna atau masuk ke perairan Indonesia.
Menurut dia, selain Bakamla, pihak TNI pun juga akan mengerahkan kekuatan untuk daerah tersebut.
“Pasti ada (penambahan pasukan). TNI pun pasti mengerahkan kekuatan juga. Tapi dalam kondisi damai saya bilang memang Bakamla di depan,” kata Achmad.






