Menu

Mode Gelap
JJ Rizal: Kata “Oknum” Lahir untuk Tutupi Korupsi Tentara Sejak 1957 Ikrar: Militer Indonesia tak Pernah Benar-benar Tunduk pada Otoritas Sipil Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru di Istana: Siap Kerja Wujudkan Program Prabowo Ketua AJI: Tentara Jadi Kelompok Kedua Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis Bupati Berau Hamburkan Rp2,3 Miliar untuk Empat Acara Rutin, CBA Minta Kejagung Turun Tangan YLBHI: Peradilan Militer Jadi Mesin Impunitas

UPDATE NEWS

Kapal Ikan Nelayan China Merajalela Di Laut Natuna

badge-check


					Kapal Ikan Nelayan China Merajalela Di Laut Natuna Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Pemerintah Indonesia tampaknya  kembali harus kecolongan dengan masuknya kapal ikan asing dari China yang tanpa izin memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia(ZEEI) di perairan Natuna pada Desembes 2019 untuk mencuri ikan. Bahkan dalam memasuki wilayah laut untuk mengambil ikan, kapal-kapal tersebut dikawal oleh kapal penjaga pantai AL China

Pasukan TNI AL – Armabar Menangkap Nelayan Asing

Kabar soal kapal-kapal China yang melanggar ZEE Indonesia ditanggapi oleh pihak Kementerian Luar Negeri, Kemenlu mengatakan perbuatan Coast Guard China melanggar ZEE Indonesia, termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan di perairan Natuna.

Kemudian, pihak Kemenlu juga akan memanggil Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan memprotes hal tersebut.

Sementara  Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI  Yudo Margono, mengimbau  kepada semua  nelayan Indonesia yang mencari ikan di laut Natuna tidak perlu  cemas atau takut  atas keberadaan kapal ikan asing dan Coast Goard China karena TNI hadir di laut Natuna.

“Tetaplah melaut dan mencari ikan saja dengan tenang,  di sini kan ada kapal perang milik TNI yang akan terus menjaga dan melindungi para nelayan Indonesia,” kata Pangkogabwilhan 1  usai memimpin upacara gelar pasukan dalam operasi siaga tempur pengamanan laut Natuna sebagai upaya penegakan kedaulatan negara di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (4/1/20).

Sikap tegas juga ditunjukan oleh Kepala Bakamla Laksamana Madya Achmad Taufieqoerrochman, Kepala Bakamla  mengatakan bahwa pihaknya akan menambah pasukan menyusul masuknya kapal-kapal China ke Natuna atau masuk ke perairan Indonesia.

Menurut dia, selain Bakamla, pihak TNI pun juga akan mengerahkan kekuatan untuk daerah tersebut.

“Pasti ada (penambahan pasukan). TNI pun pasti mengerahkan kekuatan juga. Tapi dalam kondisi damai saya bilang memang Bakamla di depan,” kata Achmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru di Istana: Siap Kerja Wujudkan Program Prabowo

27 April 2026 - 16:18 WIB

Bupati Berau Hamburkan Rp2,3 Miliar untuk Empat Acara Rutin, CBA Minta Kejagung Turun Tangan

27 April 2026 - 15:23 WIB

Kebutuhan Dapur Walikota Depok Rp33 juta perbulan, CBA : Orang Miskin Disana 63 ribu Jiwa

24 April 2026 - 08:24 WIB

Populer NASIONAL