Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

UPDATE NEWS

Heboh, Kapal Asal China Masuk Perairan Sungai Kapuas, Polisi Gerak Cepat langsung Menghadang

badge-check


					Kapal Asing berbendera china Perbesar

Kapal Asing berbendera china

INAnews.co.id, Pontianak – Di tengah merebaknya wabah corona secara global, berbagai kebijakan sudah diambil negara-negara demi melindungi kepentingan masyarakat. Salah satunya melarang bepergian ke negara asal sumber virus muncul yakni Tiongkok, China. Namun belakangan masyarakat Pontianak dan Kalimantan Barat dibuat heboh

Kapal asing asal china masuk ke perairan sungai Kapuas Kalimantan Barat

Sebuah kapal asing berbendera China dengan empat orang ABK nya secara tiba tiba tanpa ijin masuk ke perairan sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 26 Januari 2020 lalu.  Pihak Kepolisian Resort Pontianak Kota yang mendapat laporan langsung bergerak cepat menghadang kapal asal china itu berlayar lebih jauh, Saat ini Polisi serta unsur terkait masih mendalami dan memeriksa dokumen, serta memeriksa keberadaan kapal tersebut dan secara tegas melarang ke empat ABK turun dari kapal, Karena dikhawatirkan ABK tersebut terjangkit  virus corona.

Kapal asing asal china disungai Kapuas

Kapal asing asal China ini, yang masuk ke perairan sungai Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat, bernomor lambung 1530 ini, berasal dari Guangzhou China dengan membawa empat anak buah kapal.

Kepala Kepolisian Resort Pontianak Kota, Komisaris Besar Polisi Komarudin mengatakan, pihaknya masih mendalami dan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang dibawa oleh kapal yang saat ini sudah bersandar di sungai Kapuas. (1- 3 /2/2020).

Pihaknya juga sedang memeriksa kesehatan para ABK kapal, yang dikhawatirkan membawa virus corona dari china dan membuat resah masyarakat. Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat ABK ini dan berdasarkan cek kesehatan ke empat anak buah kapal asal china ini dinyatakan sehat.

Para petugas dari imigrasi Pontianak langsung melakukan interogasi kepada empat anak buah kapal. Berdasarkan hasil penyidikan Imigrasi Pontianak, kapal yang bernomor 1530  ini hendak menuju ke Jakarta, namun diarahkan ke Pontianak.

“Mereka hendak menjual kapal yang mereka bawa untuk digunakan sebagai kapal keruk di Indonesia,” ujar kepala Kantor Imigrasi klas satu Pontianak Tatang Suheryadin

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji langsung bereaksi keras menyikapi kapal asing asal China yang tiba-tiba masuk ke perairan Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Dia meminta agar empat anak buah kapal (ABK) segera diisolasi dan diperiksa kesehatannya untuk mengantisipasi penyebaran virus korona. “Segera diisolasi agar jangan sampai membuat warga resah,” kata Sutarmidji Sabtu(1/2).

Sementara warga di sekitar pesisir sungai Kapuas sangat khawatir terhadap keberadaan kapal asing asal China ini dan meminta pihak terkait untuk segera menindak lanjuti keberadaan kapal. Kehadiran kapal asing asal China tersebut sempat menghebohkan warga Kota Pontianak yang menyebar di media sosial, sehingga membuat masyarakat Kota Pontianak khawatir, akan tertularnya virus corona yang dibawa oleh ABK tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

Kawasan Strategis Di Jadikan Tempat Bongkar Muat BBM Yang Diduga Ilegal, Klarifikasi Dir Polairud Dinilai Tutupi Fakta

13 Februari 2026 - 14:19 WIB

Populer UPDATE NEWS