INAnews.co.id Bitung– Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban SE, M,Si bersama rombongan disambut dengan tarian Kawasaran saat menghadiri HUT Ke – 92 Negeri Tendeki.
Acara yang bertempat di lapangan Sam Ratulangi kelurahan Tendeki diadakkan pada Jumat 28 Februari 2020.
Ibadah syukur Negeri Tendeki ini dihadiri bukan hanya masyarakat dari Tendeki saja tapi dari wilayah atau kelurahan lain yang ada di Kota Bitung.
Serta Ibadah syukur ini pun dipimpin langsung oleh Pdt. Marheri Bawinto M,Th yang juga sebagai ketua BPMW wilayah Bitung dua.
Di kesempatan ini juga Walikota Bitung Maximiliaan J. Lomban dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah Kota Bitung mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh warga masyarakat kelurahan Tendeki (Negeri Tendeki).

Lomban juga mengapresiasi kepada panitia pelaksana beserta masyarakat Tendeki yang telah berhasil mengokohkan eksistensi dan perannya untuk menjaga persatuan yang terbangun dari kerukunan hidup bermasyarakat.
Lomban juga menambahkan perayaan HUT yang ke – 92 Kelurahan Tendeki (Negeri Tendeki) ini adalah momentum untuk melakukan serangkaian evaluasi, atas apa yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat dalam berkontribusi.
Serta juga untuk memberikan warna dan makna bagi perjalanan sejarah Kelurahan Tendeki.
“Saya berharap agar kelurahan Tendeki (Negeri Tendeki) terus berkomintmen untuk selalu baku – baku bae, baku – baku sayang dalam menjaga persatuan, serta bersatu padu memberikan karya dan prestasi yang terbaik dalam membangun kota Bitung yang kita cintai ini”, paparnya.
Syukuran ini juga dirangkaikan dengan Hut yang ke 41 dari Lurah Tendeki Ivon Hermawan dan juga penyerahan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat kelurahan Tendeki.
Turut hadir, Para Asisten bersama jajaran KPD, anggota DPRD kota Bitung Maikel Walewangko, Stevi Tangka SE, Camat Matuari Sefferson Sumampouw S. STP,SIP, Lurah Tendeki bersama jajaran,l.
Para pejabat TNI dan Polri, Tunduan (Petua) Negeri Tendeki Nelly Lambey S,Pd juga selaku Ketua panitia, Mantan Hukum tua Frans Lumingkewas.
Lalu warga Tendeki dirantau Pdt. Hence Mandolang, seluruh pendeta, Gembala, dan Pastor, dan seluruh masyarakat Kelurahan Tendeki (Negeri Tendeki).






