Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Kemenperin Sediakan 160 Stan Gratis di Ajang II-Motion Untuk IKM

badge-check


					Sumber photo : Humas Kemenperin Perbesar

Sumber photo : Humas Kemenperin

INAnews.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia.

Selain sebagai negara yang populasi penduduknya mayoritas beragama Islam, Indonesia juga punya potensi dalam pengembangan industri fesyen muslim dan produk halal.

“Perkembangan produk muslim di Indonesia sudah terus meningkat sehingga dibutuhkan wadah berupa event internasional agar produk fesyen muslim atau produk halal yang diproduksi oleh industri dalam negeri semakin dikenal di mata dunia,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (10/3/20).

Oleh karena itu, guna mewujudkan sasaran tersebut, Kemenperin siap menggelar Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) yang akan dilaksanakan pada 17-19 Juli 2020 di Jakarta Convention Center (JCC).

Pameran berskala internasional ini diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan industri yang menghasilkan produk muslim di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Kegiatan ii-Motion merupakan pameran yang akan menampilkan potret industri terkait dengan halal lifestyle di Indonesia meliputi komoditas fesyen, kosmetik, perhiasan, aksesoris, makanan dan minuman, serta platform digital yang mendukung industri halal dan ekonomi syariah,” jelas Gati.

Melalui ii-Motion ini, Ditjen IKMA ingin berbagai produsen produk muslim yang ada di Indonesia dapat terlibat, sehingga mereka dapat memanfaatkan untuk pengembangan usahanya.

Peluang itu misalnya bertemu dengan pembeli potensial dari mancanegara, perluasan akses pasar ekspor, dan peningkatan penjualan produk mereka.

“Dengan adanya pertemuan antara buyer dengan produsen, kami harapkan akan terjadi proses jual beli baik di tempat tersebut ataupun usai gelaran ii-Motion agar para pelaku IKM tersebut dapat naik kelas dan dapat meningkatkan keuntungan,” paparnya.

Bagi pelaku industri yang minat berpartisipasi pada ajang ii-Motion, Ditjen IKMA menyediakan 160 stan pameran secara gratis bagi mereka yang lolos melalui proses kurasi. Proses kurasi sedang dilakukan hingga berakhir pada tanggal 19 April 2020.

Untuk para IKM yang ingin mendaftar dan mengikuti proses kurasi, dapat langsung mengunjungi website Kementerian Perindustrian dengan link http://bit.ly/iimotionkurasi2020 atau dapat melihat akun media sosial ii-motion.

Bagi para peserta yang lolos kurasi tidak akan dikenakan biaya alias gratis untuk mengikuti pameran tersebut.

Berdasarkan data The State of Global Islamic Economic Report, pada 2019, konsumsi fesyen muslim dunia mencapai USD270 miliar, kemudian pada tahun 2022 diproyeksikan meningkat menjadi USD373 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki peluang besar di pasar internasional dan harus dioptimalkan.

Gati pun menyampaikan, produk fesyen muslim mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian total ekspor produk fesyen nasional yang sampai September 2019 nilainya menembus USD9,2 miliar.

Jumlah tersebut menyumbang sebesar 9,8% dari total ekspor industri pengolahan. Sementara itu, untuk pasar domestik, konsumsi produk fesyen muslim mencapai USD20 miliar dengan laju pertumbuhan rata-rata 18,2%.

“Besarnya peluang pasar ini tentunya harus dimanfaatkan oleh industri fesyen Tanah Air,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI