Menu

Mode Gelap
CWIG Minta Polda Metro Tindak Lanjut Laporannya Terhadap BAT Instrumen Bank Internasional Presiden Prabowo Ajak Akademisi Refleksikan Kontribusi Nyata bagi Bangsa Pertemuan Prabowo dengan Para Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Tinggi Ketika Ahli Gizi dan Akuntan MBG Lebih Prioritas daripada Guru Honorer Adian Husaini: Fikih Dakwah Natsir Jadi Solusi Atasi Bencana di Indonesia Kenang Kesederhanaan Natsir: Mantan PM yang Tidak Pernah Punya Rumah Pribadi

RAGAM

Ojol Peduli NTB dari Virus Corona, Minta Gubernur Tutup Pintu Masuk

badge-check


					Ojol Peduli NTB dari Virus Corona, Minta Gubernur Tutup Pintu Masuk Perbesar

INAnews.co.id, Mataram – Puluhan Ojek Online (Ojol) melakukan aksi damai di perapatan Pos Buaya depan kantor Gubernur NTB, jalan pejanggik Mataram.

Aksi damai ini bentuk kepedulian para Ojol terhadap kondisi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin kurang baik dilihat dari angka positif Virus Corona bertambah menjadi 6 (enam) orang. Begitu juga data Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.025 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diangka 36 orang.

Kondisi itu membuat para Ojol meminta kepada Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah untuk menutup sementara pintu masuk seperti Bandara dan Pelabuhan bagi orang luar NTB. Ini semua demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di NTB.

Koordinator Ojol Pulau Lombok, Budi Suseno menyampaikan, turunnya para pelaku Ojol dijalan bukan bentuk protes, namun aksi damai bentuk kepedulian agar korban Covid-19 di NTB tidak bertambah.

“Ini bentuk menumbuhkan kepercayaan bahwa NTB aman di bandingkan provinsi lain. Begitu halnya para pelaku Ojol yang mencari nafkah lewat jasa transportasi itu sangat aman dari virus corona. Jangan takut, kami yakin dan jamin bahwa para Ojol selalu menjaga kebersihan,” ungkapnya Kamis (02/04) saat aksi damai di Mataram.

Budi menjelaskan mengapa menyebut para Ojol masih aman dari Covid-19, karena di perkumpulan Ojol sangat ditekankan jaga kebersihan dan mengutamakan kepercayaan. Dimana, setiap masuk supermarket untuk mengambil pesanan konsumen, suhu tubuh dan kesehatan para Ojol diperiksa, baru boleh mengambil orderan.

“Sebelum banyak korban positif Covid-19, kami berharap dan meminta kepada Gubernur, dibawahnya Dinas Perhubungan dan instansi lain, supaya tutup sementara pintu masuk ke NTB ini,” kata dia.

Dia mengaku, jika tidak ada ketegasan dari Gubernur dan pihak terkait, maka keberadaan Covid-19 ini berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat terlebih Ojol.

Saat ini, para Ojol harus menanggung beban tunggukan dan tagihan akibat pendapatan jauh berkurang. Sebelumnya, setiap hari para Ojol bisa mendapatkan hasil Rp 200 ribu per hari sebelum merebahnya kasus Covid-19. Namun saat ini, sangat bersyukur dapat Rp 50 ribu per hari.

Artinya lanjut Budi, minimnya pendapatan berdampak tidak bisa bayar kredit di finance. Disatu sisi, finance tidak mau tahu kondisi perekonomian saat ini yang dilanda virus corona.

“Realita finance tidak mau tahu, kalau telat bayar, disuruh bayar bunga. Memang ada keringanan tidak setor namun bunga tetap berjalan,” ujarnya.

Yang jelas, para Ojol tidak pernah meminta Gubernur NTB untuk Lockdown, namun setidaknya lebih perketat pintu masuk dalam hal pemeriksaan. Tidak boleh orang luar masuk, selain warga NTB, kemudian lebih selektif dan perketat sisi kesehatan. “Kalau mau Lockdown iya harus bayar kredit finance kami,” cetusnya.

Budi menambahkan, aksi damai para Ojol ini sambil membagikan 100 masker dan 4 botol hand sanitazier isi 400 ml secara gratis dari Hamba Allah kepada para pengguna jalan yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kisah Sukses Pelajar SMA Menggelar Pertandingan Padel Antar Sekolah

23 Desember 2025 - 09:27 WIB

Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Kosmik di Hotel 88 Mangga Besar VIII

19 Desember 2025 - 12:55 WIB

Hotel 88 Fatmawati Dipenutup Tahun 2025 Hadirkan New Year Carnaval 2026

19 Desember 2025 - 12:38 WIB

Populer GAYA HIDUP