Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

SOSDIKBUD

Usai Ikut Ijtima di Gowa, Dua Orang di Lombok Tengah Dinyatakan ODP

badge-check


					Usai Ikut Ijtima di Gowa, Dua Orang di Lombok Tengah Dinyatakan ODP Perbesar

INAnews.co.id, Lombok Tengah — Satuan Tugas (Satgas) Copid 19 Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Bersama Bhabinkamtibmas Desa Lekor, Polsek Janapria Polres Lombok Tengah (Loteng), Aipda Roni Heru Kusuma melaksanakan penjemputan dan pengambilan sample darah pada dua warganya.

Dua warga dijemput tersebut diantaranya, Sudirman alias Amaq Lin 50 tahun dan Manah alias Amaq Yam 55 tahun warga Desa Lekor setempat.

Kedua warga ini diketahui masuk sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP), karena telah mengikuti Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan tidak lama ini.

Bhabinkamtibmas Desa Lekor, Aipda Roni Heru Kusuma menyatakan, pihaknya melakukan penjemputan dan pengambilan sample darah pada dua warga ini, karena pernah mengikuti Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan.

Hal ini dilakukan agar kedua orang ini mendapatkan penanganan khsusus oleh tim medis. Sebab pada saat isolasi 14 hari, kedua orang ini merasakan gejala-gejala terpapar Covid-19

“Kedua orang ini kembali dari Gowa, dua minggu lalu. Kemudian melakukan isolasi selama 14 hari. Tetapi gejala2 terpapar Covid 19 mulai dirasakan kemudian bersama Tim Covid 19 Kecamatan melakukan pengecekan dan pengambilan sample darah terhadap kedua orang,” ungkapnya.

Dengan dilakukan pemjemputan ini, pihaknya berharap akan memutus penyebaran penularan dari Covid -19 atau virus corona yang sekarang ini menjadi atensi bersama.

“Saya harapkan pada masyarakat untuk tetap waspada dan tenang. Jika keluar harus memakai masker,”tuturnya.

Sementara itu Sekda Loteng, HM Nursiah menegaskan, pihaknya menyiapkan gedung eks BPKAD dan LPSE ini sebagai tempat khusus karantina bagi 32 warga Jamaah Tabligh di Gowa yang berdasarkan hasil rapid testnya reaktif tersebut.

“Dari hari ini, (Kemarin,Red) 32 warga itu akan menempati gedung ini,” katanya, 15 april 2020.

Ia mengaku, dari sekitar 150 lebih warga klaster jamaah tabligh Gowa asal Loteng yang sudah di tes berdasarkan Rapid Test Covid-19, baru sekitar 32 orang yang dinyatakan hasilnya reaktif. Sehingga, pada mereka harus karantina khusus atau berbeda dengan warga lainnya.

“Kita proritaskan warga klaster jamaah tabligh Gowa ini dulu. Kami juga akan segara melakukan swab terhadap 32 orang yang reaktif itu,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Masyarakat Sipil Harus Dikuatkan

6 Januari 2026 - 11:10 WIB

YLBHI Sebut Pemerintah Prabowo Inkompeten Tangani Bencana Sumatra

5 Januari 2026 - 17:21 WIB

Populer SOSIAL