Menu

Mode Gelap
CWIG Nilai Pengunduran Diri Ketua OJK Mahendra Siregar, Tinggalkan Preseden Buruk Pada Masyarakat Peringati Anniversary Ke Empat VOID DK Jakarta Menggelar AnniVacation Ke Sukabumi Direktur Utama BEI Mengundurkan Diri usai Insiden Dua Hari Lalu Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T

POLITIK

KPU Mataram Gelar Rakor Verifikasi Perbaikan Paslon Perseorangan

badge-check


					KPU Mataram Gelar Rakor Verifikasi Perbaikan Paslon Perseorangan Perbesar

INAnews.co.id, Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram menggelar rapat koordinasi pelaksanaan verifikasi faktual dukungan perbaikan bakal calon perseorangan dalam pemilihan wali kota dan wakil walikota mataram, Jum’at (7/8/2020).

Rapat koordinasi ini di hadiri 42 lurah se-kota Mataram yang mencangkup dukungan calon perseorangan.

Ketua KPU Kota Mataram Husni Abidin mengatakan tujuan digelarnya rakor ini guna memverifikasi dukungan calon perseorangan.

“Kita gelar rakor ini untuk memverifikasi perbaikan dukungan calon perorangan di mana tim paslon di minta menghadirkan para pendukungnya” jelas Husni.

Tak hanya itu, Husni juga menegaskan bahwa verifikasi perbaikan ini dilakukan selama 7 hari yang dimulai tanggal 8 hingga 14 Agustus 2020.

“Jika saat verifikasi berlangsung, para pendukung paslon tidak dihadirkan maka akan kita TMS (Tak Memenuhi Syarat),” tegasnya.

Sementara itu, sesuai dengan undang undang, Husni juga mengatakan bahwa PPS tidak akan mengumpulkan para pendukung calon, dan jika terjadi akan diberikan sanksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen

30 Januari 2026 - 14:12 WIB

Amien Rais Kritik Rencana Pembukaan Kebun Sawit Baru di Tengah Ancaman Banjir

30 Januari 2026 - 09:00 WIB

UU Cipta Kerja Dinilai Permudah Perusakan Lingkungan

29 Januari 2026 - 19:23 WIB

Populer POLITIK