Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

UPDATE NEWS

Ketua Umum BKNDI Harapkan Sarasehan Desa di Biak Dihadiri Presiden Jokowi

badge-check


					Ketua Umum BKNDI Harapkan Sarasehan Desa di Biak Dihadiri Presiden Jokowi Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Melanjutkan kegiatan dari seminar Kebangsaan Badan Komunikasi Nasional Desa Se-Indonesia (BKNDI) di Kemayoran.

BKNDI akan menggelar acara Sarasehan Desa guna mesukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX Tahun 2021.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan DPN BKNDI bersama BKNDI Provinsi Papua dan akan dilaksanakan di Kabupaten Biak Numfor dengan tema “Papua Membangun Indonesia untuk Indonesia Timur”.

Ketua Umum BKNDI, Isra A Shanaky mengatakan, bahwa pihaknya selaku pimpinan pusat BKNDI memberikan dukungan moril dan arahan pendampingan untuk teman-teman agar sarasehan desa dapat terlaksana dengan baik dengan protap yang ada.

“Kita berharap, saat sarasehan desa nanti di Biak Numfor ,Bapak Presiden atau Wakil Presiden bisa mengambil kesempatan ini untuk hadir.” terang Isra pada konfrensi pers di Cafe Desa, 4 september 2020.

Selain itu, Isra juga berharap menteri Perikanan dan Kelautan, Edhy Prabowo juga dapat hadir dan dapat menyerahkan bantuan bagi para Nelayan di wilayah pesisir Indonesia Timur.

Menurut Isra BKNDI sifatnya hanya menyampaikan informasi dari pusat ke daerah dan sebaliknya sebab Kepala desa adalah bagian dari pembangunan di wilayah Indonesia Timur.

“Nanti kita akan kumpulkan kepada desa untuk mengikuti sarasehan. Oleh karena itu, kami mendorong untuk menjadikan sarasehan desa sebagai inspirasi, karena gagasan besar untuk membangun desa ini harus didukung. Kami meminta kepada Presiden, Gubernur Papua, Pangdam dan Polda untuk membantu,” terangnya.

Isra mengatakan, tema kali ini, bukan sekedar tema, namun tema yang dapat membuka mata dunia dan mata nasional bahwa, orang-orang papua nasionalis apalagi dalam pembangunan termasuk nantinya akan diusulkan agar biaya pendidikan di Papua dapat digratiskan.

“Besok kita cetuskan, jika negara lain bisa menggratiskan pendidikan, maka bila perlu kita tuntut itu menteri gratiskan pendidikan di Papua. kita negeri kaya. Nantinya, 20-30 tahun mendatang kita tidak lagi bawa emas tapi kita akan bawa Sumber Daya Manusia,” tandas Isra A Shanaky.

Frans Ronsumbre,selaku Kepala Desa Suapodibo Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Papua mengatakan, akan mempersiapkan Sarasehan Desa Wilayah Timur Indonesia yang akan digelar bulan November 2020 di Biak Numfor.

Sementara itu, Ketua BKNDI Kab. Yahukimo, Yason Yahuli mengatakan, pihaknya maka dalam waktu dekat akan segera berkordinasi dengan pihak terkait untuk mensukseskan acara tersebut.

Selain Ketua BKNDI Kabupaten Yahukimo Yason Yahuli, konferensi pers ini dihadiri oleh perwakilan BKNDI Papua diantaranya, Ketua BKNDI Kab. Biak Numfor Erickson Kbarek dan Ketua BKNDI Kab.Sopiori Abner Kbarek.

Sementara perwakilan Kepala Desa dari Papua yang hadir, selain Frans Ronsumbre, juga ada Viktor Nixon Kaisiepo selaku Kepala Desa Yomdori Distrik Biak Barat, Biak Numfor dan Frans Obinaru Kepala Desa Marisen Distrik Biak Barat, Biak Numfor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. yarmi risna

    penipuan belaka…stop pembodohan masyarakat

    Balas
  2. penipuan belaka…stop pembodohan masyarakat.kembalikan dana yg kami kluarkan terutama d bagian biak

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Juga

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Populer NASIONAL