Menu

Mode Gelap
Eks DPRD Mitra Bantah Terlibat PETI, Ketua Umum GTI Sebut Itu Kepanikan Yang Berlebihan Polda Sulut Segera Tangkap DM GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah

UPDATE NEWS

MJL Blusukan Ke Kampung Islam, Warga Minta Pelaku Korupsi Pemecah Ombak Di Proses.

badge-check


					MJL Blusukan Ke Kampung Islam, Warga Minta Pelaku Korupsi Pemecah Ombak Di Proses. Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Setelah resmi cuti sebagai Wali Kota Bitung Maximiliaan J Lomban (MJL) melakukan blusukan kebeberapa Kecamatan termasuk Kecamatan Madidir, Kelurahan Wangurer Timur, Selasa 29 September 2020.

MJL yang di dampingi Ketua Partai PKS Yanto Mandulangi, dan Ketua Partai pendukung lainnya mengunjungi kampung Islam yang ada di Kelurahan Wangurer Timur.

Dari pantauan Redaksi INAnews para warga begitu antusias menyambut kedatangan MJL, mereka bangga kampung mereka didatangi oleh Pemimpin Kota Bitung yang kini akan bertarung di Pilkada untuk memimpin Kota Bitung kembali.

Meski menunggu lama di bawah terik matahari tidak melunturkan semangat para warga untuk menyambut kedatangan MJL, diketahui ini adalah sejarah bagi kampung Islam dimana sejak kampung itu berdiri, tidak pernah dikunjungi oleh Walikota-Walikota sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh mudah yang ada di kampung Islam tersebut yaitu Yusuf Harun, menurutnya hanya MJL yang datang berkunjung di kampung tersebut.

“Ini adalah kerinduan kami Warga kampung Islam, dan pada saat ini tercipta sebuah sejarah bagi kami masyarakat, dimana sejak puluhan tahun keberadaan kampung Islam di Kelurahan Wangurer Tidak pernah di datangi oleh pemimpin-pemimpin Kota Bitung sebelumnya”, ujar Yusuf.

Lanjut Yusuf, dan pada hari ini MJL memenuhi kerinduan itu dan mencatatkan sejarah sebagai walikota pertama menapak kan kaki di kampung Islam Wangurer, ucap Yusuf penuh haru.

Yusuf menambahkan, kalau masyarakat meminta agar pemecah ombak bisa di selesaikan karena proyek pemecah ombak sampai saat ini tidak pernah di lanjutkan lagi, “kami meminta dibuatkan pemecah ombak karena yang ada sekarang adalah peninggalan proyek gagal (korupsi)
yang fisiknya hampir tak terlihat”, beber Yusuf.

Selain pemecah ombak warga juga meminta agar mereka dibuatkan akses jalan setapak, karena jalan yang lama sempat tertutup dan mereka hanya menggunakan 1 jalan saja.

Disisi lain Yanto Mandulangi juga menambahkan, warga juga berharap agar pelaku Korupsi pemecah ombak bisa ditangkap dan diproses secara hukum, karena hal ini bukan hanya menimbulkan kerugian buat Negara akan tetapi masyarakat yang ada di pesisir pantai Wangurer juga sangat di rugikan.

“Sebab derita dari proyek gagal ini berdampak buruk yang sangat di rasakan oleh mereka disaat musim ombak laut besar, dimana tempat tinggal mereka harus tergenang karena dimasuki air laut”, tegas Mandulangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Eks DPRD Mitra Bantah Terlibat PETI, Ketua Umum GTI Sebut Itu Kepanikan Yang Berlebihan Polda Sulut Segera Tangkap DM

15 Januari 2026 - 12:11 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Populer NASIONAL