Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

POLITIK

Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah

badge-check


					Foto: dok. ICW Perbesar

Foto: dok. ICW

INAnews.co.id, Jakarta– Wacana mengubah sistem Pilkada langsung menjadi pemilihan melalui DPRD dinilai kontraproduktif dan justru memperparah praktik politik uang. Demikian disampaikan pakar hukum tata negara Feri Amsari dalam wawancara dengan Abdel Achrian, Senin (12/1/2026).

Feri menjelaskan bahwa pemilihan melalui DPRD akan membuat transaksi politik lebih terukur dan matematis. “Transaksinya akan lebih terkotak di parlemen saja. Di parlemen 10 orang, sogok saja 6 orang, menang sudah. Jadi transaksionalnya terukur matematis,” ungkapnya.

Berbeda dengan pemilihan langsung, transaksi dengan publik tidak memiliki jaminan. “Kita berdua disogok serangan fajar, kita terima uangnya belum tentu kita pilih orangnya. Karena alat ukurnya enggak jelas,” jelasnya.

Selain itu, sistem pemilihan tidak langsung dinilai tidak sesuai dengan bangunan konstitusional Indonesia yang menganut sistem presidensial. Feri menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi dalam berbagai putusannya telah menyatakan bahwa azas pemilu Indonesia adalah langsung, sebagaimana tercantum dalam Pasal 22E UUD 1945.

“Model kita adalah model pemilu yang azasnya langsung menurut Pasal 22E Undang-Undang Dasar: langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil 5 tahun sekali,” tegas dosen yang juga aktivis hukum ini.

Feri menambahkan bahwa pemilihan tidak langsung juga menjauhkan relasi elit dengan rakyat, karena kandidat tidak perlu turun langsung menemui pemilih.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Mendikdasmen: Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu Semata

12 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Perludem Luncurkan Akademi Demokrasi untuk Siswa dan Guru

12 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Ganti Menkeu

11 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Populer POLITIK