Menu

Mode Gelap
Eks DPRD Mitra Bantah Terlibat PETI, Ketua Umum GTI Sebut Itu Kepanikan Yang Berlebihan Polda Sulut Segera Tangkap DM GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah

POLITIK

Alexander Wenas Sebut MJL dan MDT, Adalah Pasangan Yang Paripurna

badge-check


					Alexander Wenas Sebut MJL dan MDT, Adalah Pasangan Yang Paripurna Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Maximiliaan J Lomban (MJL) sebagai Calon Wali Kota Bitung nomor urut 1, menggelar kampanye terbatas yang bertempat di Kecamatan Matuari Kelurahan Sagerat, Sabtu 03 Oktober 2020.

Saat berkampanye MJL didampingi oleh ketua tim kampanye Ramlan Irfan, anggota DPRD kota Bitung dari partai Nasdem Yondries Kansil, dan juga Alexander Wenas.

MJL dalam orasi politiknya mengatakan, jika Tuhan berkenan dan masyarakat masih mempercayakan kembali, pada saat Tahun 2021 seluruh program yang sudah di rencanakannya akan tetap dilanjutkan, terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) akan tetap dibagikan dan para Lansia setiap bulannya akan mendapatkan bantuan.

“Hal ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pada saat pandemi Covid 19, dan saya juga menghimbau kepada semua masyarakat agar terus menaati protokol Kesehatan dengan melakukan 5 M, demi membantu Pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bitung”, ujar MJL.

Dalam kesempatan itu juga Anggota DPRD Kota Bitung dari partai Nasdem Alexander Wenas dalam orasinya mengatakan, Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) merupakan birokrat yang Handal dan berpengalaman sehingga di tahun 2006, diminta oleh walikota Bitung saat itu Hanni Sondakh (alm), untuk menjadi Sekretaris Kota Bitung, dengan memilik berbagai prestasi sebagai Sekot, di tahun 2010 lomban diminta Lagi untuk menjadi wakil walikota Bitung mendampingi Hanni Sondakh, kata Wenas

“Pak MJL adalah birokrat Handal dan berpengalaman sehingga tahun 2006 di tunjuk oleh almarhum Pak Hanni Sondakh untuk menjadi Sekot Bitung, dan dengan berbagai prestasi sehingga di tahun 2010 Almarhum Pak Hanni Sondakh meminta pak MJL untuk menjadi calon wakil walikota berpasangan dengan Pak Hanni”,ucap Wenas.

Lanjut Wenas, dengan kerja keras Maximiliaan Jonas Lomban sebagai wakil walikota untuk membantu walikota Bitung demi membangun kota Bitung yang mendapat banyak prestasi dan penghargaan, di tahun 2015 MJL merupakan figur yang paling di perhitungkan untuk menjadi walikota saat itu.

“Pak MJL di tahun 2015 sangat di perhitungkan untuk dicalonkan sebagai walikota Bitung, karena disaat manjadi wakil walikota, pak MJL sangat berperan membantu pak Hanni sebagai walikota dan banyak mendapat penghargaan serta prestasi. Maka partai Nasdem dan PDIP langsung mengambil langkah untuk mencalonkan pak Lomban sebagai Walikota dan terbukti menang.” beber Wenas di depan 50 peserta kampanye.

Wenas juga menambahkan, saat ini MJL berpasangan dengan Martin Daniel Tumbelaka yang merupakan seorang pengusaha, dengan bermodalkan pengalaman sebagai Sekda, sebagai Wawali dan sebagai walikota satu periode, dengan berpasangan dengan pengusaha yang sukses, ini adalah pasangan yang paripurna.

“Pak MJL sebagai pemimpin dan pelayan yang baik dan sukses selama menjabat Sekda, Wawali dan walikota lalu berpasangan dengan Pak MDT seorang pengusaha, ini merupakan pasangan sempurna untuk Bitung kedepan,” pungkasnya.

Kampanye terbatas calon walikota dan wakil walikota Bitung nomor urut 1 MJL-MDT dimeriahkan oleh pelawak Sulut Cipan dan Sion, serta diawasi lansung oleh Panwascam kecamatan Matuari dan kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan

14 Januari 2026 - 23:29 WIB

Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga”

14 Januari 2026 - 12:20 WIB

Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar”

14 Januari 2026 - 10:15 WIB

Populer POLITIK