Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

NASIONAL

Kepala Bakamla RI Bahas Teknologi Informasi di Layar Kaca

badge-check


					Kepala Bakamla RI Bahas Teknologi Informasi di Layar Kaca Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta-Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia S.Sos., M.M. membicarakan pemanfaatan teknologi informasi untuk kepentingan keamanan maritim, di sebuah stasiun televisi swasta di  Jakarta, Senin (26/10/20).

Menurutnya, informasi sangat penting bagi keamanan maritim. Menguasai informasi berarti memiliki 50% kemenangan terhadap ancaman kemaritiman, tuturnya.

Dialog di sebuah stasiun  TV swasta itu juga  menghadirkan  Menkominfo Jonny G Plate, Asrena Kasal Laksda TNI Muhammad Ali dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI), Bambang Nugraha.

Menkominfo mengatakan,   membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia memiliki tantangan yang besar karena bentuk negara kepulauan dengan karakteristik arus dan dasar laut yang sangat berpengaruh dalam menggelar kabel serat optik yang mencapai puluhan ribu km. Oleh sebab itu diperlukan kerjasama dan sinergisme dengan semua pihak baik pengguna laut maupun aparat keamanan yg menjaga keamanan kabel serat optik itu sendiri.

Teknologi informasi dan komunikasi ini sangat dibutuhkan oleh TNI AL dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara di laut, ini karena TNI AL tengah mengembangkan konsep  Command Control Communication Computer Intelligence Surveillance Reconnaisance (C4ISR) yang berarti Komando Kendali Komunikasi Komputer Intelijen Pengamatan dan Pengintaian, serta network centric warfare (peperangan berbasis jaringan), papar Asrena Kasal.

Sementara itu Dirut BAKTI menjelaskan,  Palapa Ring atau jaringan kabel serat optik telah terbangun seluruhnya sejak 2016 dan selesai pada tahun 2019, saat ini masuk pada tahap pemanfaatannya.

Menutup diskusi, Kepala Bakamla RI mengajak semua pihak yang terkait untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintah agar berkelanjutan, khususnya yang ada di wilayah laut. Menjaga laut dan semua sumber daya yang ada baik alam dan buatan berarti menjaganya untuk masa depan bangsa. Guarding the sea for our future (menjaga laut untuk masa depan), pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI