Menu

Mode Gelap
GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada

POLITIK

Memakai Uang Pribadi, MJL Akan Bayarkan Gaji THL Yang Di Berhentikan Oleh Humiang

badge-check


					Memakai Uang Pribadi, MJL Akan Bayarkan Gaji THL Yang Di Berhentikan Oleh Humiang Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Perhelatan Politik di Kota Bitung dalam rangka pemilihan Kepala Daerah semakin panas, hal ini berimbas kepada Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.

Diduga tidak netral, beberapa THL yang diduga memihak kepada salah satu Pasangan Calon (Paslon) diberhentikan tanpa ada teguran terlebih dahulu, sementara di sisi lain ada beberapa THL bahkan ASN yang sudah secara transparan mendukung Paslon tidak diberhentikan Oleh Pjs Wali Kota Edison Humiang.

Diketahui dari informasi yang didapat Redaksi INAnews, salah satu oknum THL yang diberhentikan adalah THL yang diperbantukan di kecamatan Madidir, dengan Nota Dinas nomor 800/566/WK tertanggal 16 oktober 2020 dan di tanda tangani oleh Pjs Wali Kota Bitung Edison Humiang.

Begitu juga dengan oknum THL yang diperbantukan di Bagian Umum Sekretariat Pemkot Bitung diberhentikan oleh Pjs Wali Kota Bitung dengan Nota Dinas nomor 800/565/WK.

Mendengar hal ini, Wali Kota Bitung yang saat ini sedang cuti untuk bertarung di Pilkada nanti Maximiliaan J Lomban (MJL), menyampaikan, jika ada THL, Pala, dan RT dipecat dirinya akan tetap membayarkan gaji mereka meskipun memakai uang pribadinya.

“THL dan Pala RT yang diberhentikan, akan saya bayarkan gajinya sampai Desember dengan uang pribadi,” ungkap MJL.

Terkait hal ini mantan kader PDI Perjuangan, Henry Roy Somba, terpaksa harus angkat bicara, menurut Somba Pjs Wali Kota Bitung saat ini juga harus dipertanyakan netralitasnya.

“Harusnya Pjs jangan tebang pilih dalam memberhentikan oknum-oknum THL yang diduga tidak netral. Tebang pilih yang dilakukan Pjs tentunya menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat,” ujar Henry sembari bertanya apakah Pjs sendiri benar-benar netral..??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan

14 Januari 2026 - 23:29 WIB

Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga”

14 Januari 2026 - 12:20 WIB

Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar”

14 Januari 2026 - 10:15 WIB

Populer POLITIK