Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

UPDATE NEWS

Kamla Zona Maritim Tengah Sosialisasi Keselamatan Laut Pada Nelayan Serei

badge-check


					Kamla Zona Maritim Tengah Sosialisasi Keselamatan Laut Pada Nelayan Serei Perbesar

INAnews.co.id, Minahasa – Untuk menimalisir dan mencegah serta mengantisipasi dampak kerugian materil dan korban jiwa yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim, Kamla Zona Maritim Tengah melaksanakan sosialisasi keselamatan pelayaran bagi 50 nelayan yang berada disekitar Pangkalan Armada Kapal Patroli Bakamla, Desa Serei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Selasa,10/11/20.

Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Hukum Bakamla Zona Tengah Letkol Bakamla Decky. Y. Ticoalu, S.H, M.H., mengatakan kegiatan ini dikemas secara interaktif untuk memberikan pembelajaran bagi para nelayan yang berada di sekitar Minahasa Utara akan pentingnya keamanan dan keselamatan saat melaut. “Faktor keselamatan pelayaran mutlak harus dipenuhi bagi para pengguna laut terutama bagi nelayan,” pungkasnya.

Dalam paparannya dihadapan nelayan, Letkol Bakamla Decky. Y. Ticoalu menyampaikan pentingnya mengecek kelayakan kapal mulai dari life jacket, ring boy, alat komunikasi dan dokumen kapal seperti Surat Izin Penangkapan Ikan (Sipi) atau Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (Sikpi), Surat Laik Operasi (SLO), serta Surat Persetujuan Berlayar (SPB). “Hal tersebut diatas harus dipenuhi kapal sebelum melaut,” jelas Letkol Bakamla Decky. Y. Ticoalu.

Diakhir paparannya Letkol Bakamla Decky Y. Ticoalu mengingatkan agar para nelayan melengkapi kapalnya dengan alat keselamatan (pelampung) mengingat cuaca hujan, angin kencang yang dapat terjadi kapan saja dan selalu memantau informasi resmi prakiraan cuaca  dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan praktek yang dipandu beberapa personel Bintara Bakamla Kamla Zona Maritim Tengah yakni tata cara penggunaan pelampung bagi para nelayan dan tata cara komunikasi menggunakan perangkat radio untuk situasi darurat dan berbahaya.

Usai kegiatan materi dan praktek ditempat, juga dilakukan pemeriksaan pada sejumlah perahu nelayan oleh personel Bintara Bakamla untuk mengecek keberadaan dan cara penyimpanan alat keselamatan diri yang tepat. “Penyimpanan yang tepat selain mudah diakses dalam situasi darurat juga bisa menghindarkan kerusakan dini pada pelampung,” ujar salah satu Bintara Bakamla.

“Kita memberikan edukasi penyuluhan terus menerus agar mereka memiliki kesadaran bahwa apabila akan bekerja di laut, mereka harus selalu siap atas keamanan dan keselamatan diri dengan memperhatikan banyak faktor, serta memastikan kesiapan perangkat keamanan dan keselamatan seperti life jacket yang harus selalu digunakan pada saat melaut.” Ujar Kepala Bakamla Zona Maritim Tengah Laksma Bakamla Drs. Leonidas Braksan, M.M.Leonidas disela-sela kegiatan itu.

Di akhir kegiatan, Laksma Bakamla Leonidas Braksan berpesan kepada nelayan yang melaut agar selalu gunakan prinsip bahwa keamanan dan keselamatan diri merupakan kebutuhan kita dalam kegiatan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Populer NASIONAL