Inanews.co.id, Tangerang Selatan – Bertempat di RM Riris, Jl Ciater Raya, Tangerang Selatan, Minggu sore (20/12/2020), dilaksanakan kegiatan silaturahmi masyarakat Batak yang diinisiasi oleh ST Goklas Siregar, S.IP Kordinator Forum Raja Desa Nauwalu bekerjasama dengan Ucok A. H Siagian Ketua PMB Tangsel yang berlangsung suasana penuh kekeluargaan.
Usai sudah Pilkasa 2020 khususnya di Tangerang Selatan dengan sukses dengan suasana damai. Masyarakat Tangerang Selatan yang terdiri berbagai ragam golongan, suku, agama dan ras kembali bergandeng tangan bersama – sama untuk melanjutkan pembangunan kedepan.
Kordinator Forum Raja Desa Nauwalu, ST Goklas Siregar, S.IP menyampaikan selama kepemimpinan Airin – Benyamien dalam dua periode, sudah banyak kemajuan yang dicapai. Selain itu, kami (kaum Nasrani), juga bersyukur sudah dapat beribadah dengan tenang.
“Kami berharap adanya guru agama di tingkat SD, SMP dan SMA, agar pendidikan agama juga mereka dapatkan di sekolah.”ungkapnya.
“Kami di Forum Raja Desa Nauwalu akan terus mendukung kepemimpinan Benyamien-Pilar, termasuk seluruh program-programnya kedepan,” tegas Goklas.
Hal senada diutarakan Ucok AH Siagian Ketua PMB Tangerang Selatan mengatakan, Kita bangga, ternyata beliau masih memiliki darah Batak. Ini patut menjadi kebanggaan kita, dimana pemimpin di Tangerang Selatan masih mengalir darah batak dari opungborunya Lumban Tobing.
“Usainya Pilkada serentak, usai sudah perbedaan artinya, Kita khususnya masyarakat Batak, tidak terkotak – kotak atau terpecah, mari bersatu untuk mengawal kebijakan pimpinan dalam melaksanakan pembangunan di Tangerang Selatan.” ajaknya.
Lanjut Ucok menambahkan, di tahun 2017, Perkumpulan Masyarakat Batak (PMB) Tangerang Selatan didirikan oleh 5 Puak yaitu, Puak Toba, Puak Mandiling/Angkola, Puak Simalungun, Puak Karo dan Puak Pakpak Dairi. Melalui pergelaran budaya dari unsur lima puak membuktikan kerukunan antar punk yang di wadah PMB Tangsel.
“Alhamdulillah, hanya di Tangerang Selatan, yang bisa menyatukan lima Puak di satu wadah organisasi PMB Tangsel. Semoga silaturahmi ini, memberikan hasil yang positif sekaligus mempererat hubungan kita semua.”katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel terpilih H Pilar Saga Ichsan menyampaikan apresiasi diadakannya acara silaturahmi oleh masyarakat Batak melalui Forum Raja Desa Nauwalu.
“Suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, sampai hari ini warga Tangerang Selatan tetap solid dan kompak, meskipun kita berbeda suku, etnis dan berbeda agama, namun kita masih bersatu.
Keharmonisan semua etnis yang ada di Tangerang Selatan, terjaga dengan baik antar sesama warga dan setiap pemeluk agama di Kota Tangerang Selatan dengan mengkedepankan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Kebhinekaan.
Saya hadir di acara silaturahmi di tengah – tengah masyarakat batak, merupakan suatu kesempatan yang sangat baik. Terimakasih atas segala doa dan dukungan yang sudah diberikan, sehingga mengantar pasangan Benyamien – Pilar memenangkan Pilkada 2020 dan KPU kemarin sudah menetapkan pasangan kami, meskipun masih ada masa sanggah di MA.
Kalau boleh saya bercerita, kata Pilar, jujur saya menyadari setiap bertemu masyarakat etnis batak ini, ibaratnya saya merasakan ke kampung halaman. Karena bapak saya asli Melayu Deli dan nenek asli boru Lumban Tobing. Setiap pulang kampung, saya selalu menyempatkan untuk ziarah ke makam keluarga di Sialang Buah.
“Hari ini, saya bangga saat menerima ulos yang disematkan oleh St Goklas Siregar dan bulang – bulang yang diberikan Asmar Bancin dan selempang PMB oleh Ucok AH Siagian. Ini merupakan baju kebesaran adat dan dipakai apapun itu agamanya. Ini adalah lambang Persatuan dan Kesatuan kita.”ujarnya.
Saat ini, tidak berbicara perbedaan pilihan, tetapi kita fokus melanjutkan pembangunan di lima tahun kedepan. Pembangunan sudah dihasilkan dan dirasakan masyarakat dibawah kepimpinan Airin – Benyamien. Perjuangan Walikota Ibu Airin dalam dua periode, dengan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya, akhirnya dapat dirasakan masyarakat Tangerang Selatan.”katanya.
Lebih lanjut Pilar mengatakan, Kota Tangerang Selatan sebagai Miniatur Indonesia, ada berbagai ragam suku, etnik dan agama, salah satunya etnis Batak. Keragaman adalah identitas Kota Tangerang Selatan sebagai metropolitan yang dibangun atas dasar perbedaan yang pada akhirnya memberikan makna dan spirit sehingga Kota Tangerang Selatan dapat menjadi lebih baik lagi.

“Mari kita belajar menghargai setiap perbedaan dengan lainnya karena melalui perbedaan itu, kita hasilkan suatu kemajuan yang juga dirasakan semua masyarakat khususnya di Tangerang Selatan.”ujarnya.
Disisi lain, saya juga menyampaikan terimakasih kepada Perkumpulan Masyarakat Batak (PMB) Tangsel dengan segala usaha dan upayanya dapat menyatukan lima etnis batak dalam satu wadah organisasi. Ini merupakan suatu kebanggaan kita bersama terutama di Tangerang Selatan.
“Apa yang disampaikan oleh Koodinator Forum Raja Desa Nauwalu tadi, merupakan salah satu program kami, termasuk juga pendidikan dan kesehatan. Mari kita saling bersinergi membangun Tangerang Selatan dan pertemuan ini bukan yang Pertama dan yang terakhir.” katanya.
Pilar menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya semaksimal mungkin untuk merawat dan menjaga keharmonisan yang sudah terbina dengan baik sampai kapan pun.
Semoga kedepan, spirit yang sudah ditunjukkan oleh Ibu Airin, dapat kita lanjutkan bersama – sama, termasuk kegiatan beribadah dapat dijalani semua umat beragama di Kota Tangerang Selatan.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Kota Tangerang Selatan adalah miniaturnya Indonesia yang didalamnya terjalin kerukunan antara umat beragama penuh dengan keharmonisan.” tutupnya.
Hadir dikegiatan itu, para Ketua Parsahutaon Maduma, Wilayah Kel Bakti Jaya, Viktor Pasar Jengkol, Puri Serpong, Perum Serpong City Paradise, Buaran, Citra 1, Citra 2, Kademangan, Perum Amarapura, Batan Indah, Pesona Serpong, Villa pamulang, Reni Jaya dan Parsahutaon Saroha Kel Jurangmangu Timur dan lima puak . (*lgg)






